Selamat Datang di website Balai Penyuluhan Pertanian Kapanewon Nanggulan Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta.....................

Selasa, 28 Juni 2011

SEMINAR NASIONAL PENGENDALIAN DAN ERADIKASI ANTRAKS

 
Sesuai Peraturan Dirjen Peternakan No. 59/Kpts/PD.610/05/2007, Anthrax merupakan salah satu penyakit hewan menular (PHM) strategis nasional yang mendapat prioritas pengendalian dan atau pemberantasannya. PHM lain yang diprioritaskan yaitu Rabies, Avian Influenza (AI), Brucellosis, Hog Cholera (kolera babi). Anthrax penting diwaspadai karena tingkat kematian hewan penderita tinggi dan akut, bersifat zoonosis dan kematian pada manusia, sulit diberantas (berspora), dan dapat digunakan sebagai senjata biologis.
Anthrax adalah penyakit yang bersifat akut dan perakut, menyebabkan kematian pada berbagai jenis hewan serta dapat menyerang manusia (zoonosis) disebabkan oleh Bacillus anthracis. Bakteri ini mempunyai spora dan kapsul, tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim, tumbuh optimal pada suhu 35-37°C, mati pada suhu 54°C (30 menit), peka terhadap antibiotika dan proses pembusukan. Anthrax berasal dari bahasa Yunani anthrakos yang berarti batubara. Kata tersebut digunakan karena ciri utama adanya luka yang ditengahnya hitam seperti batu bara.
Berita tentang anthrax kembali hangat setelah adanya sapi yang terdeteksi anthrax di Sragen (2010) dan Boyolali (Januari, Maret, April 2011). Manusia tertular anthrax karena mengiris-iris dan atau memakan daging sapi yang sakit anthrax. Masih menjadi kebiasaan di masyarakat apabila ada ternak yang sakit atau bahkan sudah mati dipotong untuk dikonsumsi. Semoga setelah beberapa contoh kasus di daerah dapat membuka mata masyarakat untuk lebih memperhatikan keamanan dan kehalalan daging yang akan dikonsumsi.
Jenis Hewan yang pernah terserang
v Ruminansia (sapi, kambing, domba,kerbau) sangat rentan
v Babi dan kuda sedang
v Karnivora kurang rentan
v Burung, kecuali burung UNTA (Ostrich) tidak rentan/resisten
v Tidak menyerang hewan berdarah dingin

·        Gejala klinis pada sapi:
# demam/panas, suhu mencapai 42°C
# sapi gelisah, menanduk benda-benda keras
# paha gemetar,  perut, pinggang
# puncak penyakit: keluar darah hitam pekat/menyerupai ter dari dubur, mulut, hidung
# kencing darah dan mati mendadak
·        Kambing dan domba
# biasanya sangat cepat
# tiba-tiba berputar-putar, gigi gemeretak
# nafas berat, mati mendadak
# tinja dan kemih bercampur darah
·        Babi dan Kuda
# biasanya demam, radang saluran nafas (paring)
# bengkak pada leher ke muka
# sulit makan dan bernafas
# mencret, muntah, mati lemas

·        Pasca mati
Bangkai cepat membusuk, cepat bengkak, keluar darah hitam dari anus, hidung dan dubur, selaput lendir kebiruan, anus menyembul dan pendarahan. Limpa bengkak, berdarah dan berwarna hitam.
TERNAK YANG MENDERITA ANTHRAX SANGAT DIANJURKAN UNTUK TIDAK DISEMBELIH, KARENA BAKTERI ANTHRAX APABILA TERDEDAH UDARA AKAN MEMBENTUK SPORA YANG MENJADI SUMBER PENULARAN DAN BISA BERTAHAN 72 TAHUN PADA TANAH YANG TERKONTAMINASI
Anthrax pada manusia
v Bentuk kulit: melalui kontak kulit yang terluka dengan spora anthrax.
Menciri: bisul kemerahan, 2-3 hari membesar, pecah menjadi borok hitam dan kering. 95% kasus anthrax pada manusia adalah bentuk kulit.
Bentuk pernafasan; melalui terhirupnya spora antrax ke dalam saluran pernafasan. Masa inkubasi 1-2 hari, gejala seperti bronkhitis, 2-4 hari gangguan nafas berat, sangat fatal karena menyebabkan kematian.
v Bentuk pencernakan : memakan produk asal hewan/non hewani yang tercemar spora anthrax.
Masa inkubasi 12-18 jam, mual muntah, sakit perut, tidak mau makan, konstipasi, diare kadang berdarah, demam.
Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencegah anthrax:

Ø Public awareness; masyarakat khususnya peternak harus sadar akan pentingnya hidup sehat, makan makanan sehat dan hidup berdampingan dengan ternak yang sehat. Apabila ternak menunjukkan gejala sakit, segera konsultasikan ke Dokter Hewan terdekat.  Apabila perlu penting untuk melakukan pemeriksaan sampel darah pada ternak, mengingat kejadian anthrax di Sragen dan Boyolali tidak menunjukkan gejala spesifik anthrax.
Ø Lalu lintas ternak antar daerah harus disertai surat Keterangan Sehat dari Dokter Hewan setempat. Tidak memasukkan ternak dari daerah terserang anthrax ke daerah bebas anthrax sebelum ada keterangan bebas anthrax dari pemerintah daerah setempat.
Ø Vaksinasi rutin tiap tahun bagi daerah endemik anthrax
Ø Pengobatan terhadap hewan tersangka anthrax
Ø Pemusnahan hewan yang mati karena anthrax sesuai ketentuan.
Bangkai DILARANG KERAS disembelih/dibedah, bangkai dikubur pada kedalaman 2-3 meter, disiram minyak tanah dan dibakar bersama benda-benda disekitar, di taburi kapur, dikubur,tanah kuburan ditaburi kapur dan diberi tanda.
Ø Kandang permanen didesinfeksi menggunakan desinfektan (formalin),  kandang dari bambu atau kayu dibakar.

Sumber: Prof. Drh. R. Wasito ; Dr. drh. A.E.T.H. Wahyuni, M.Si ; Drs. Seno Samodro ; Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
Diadakan oleh Himpunan Study Satwa Produktif FKH UGM Minggu, 26 Juni 2011, Gedung Pertemuan Kantor Walikota Yogyakarta

Jumat, 24 Juni 2011

PANEN RAYA PADI SISTEM "BAYER TABELA"

Panen raya  padi sistem  "BAYER TABELA"
Terkait dengan uji coba sistem bayer tabela yang telah dilakukan di kelompok tani Margo Rukun, Janti Kidul, Jatisarono, Nanggulan pada hari Kamis 23 Juni 2011 diadakan panen raya padi sistem "BAYER TABELA" sekaligus deseminasi teknologi kepada para pengurus kelompok tani se kecamatan Nanggulan. Panen tersebut dihadiri Ir. Maman Sugiri Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kulon Progo beserta staf, Ir. M. Aris N, MMA Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulon Progo, Camat Nanggulan beserta unsur Muspika, Kepala Desa se kecamatan Nanggulan, Tim Penyuluh dan THL TBPP BPP Nanggulan, Ir Hadi Susanto dari Bayer, perwakilan kelompok tani se kecamatan Nanggulan dan pengurus/ anggota kelompok tani Margo Rukun Janti XII, yang hadir sekitar 170 orang. Panen tersebut menghasilkan ubinan rata-rata 5,12 kg setara dengan 8.192 Kg/ Ha GKP. Dalam sambutannya, Camat Nanggulan mengucapkan terima kasih pada Bayer Tabela atas kerjasama dengan kelompok tani pada musim tanam ini, dan diharapkan adanya demplot di kelompok tani lainnya. Ir. Aris N  mengucapkan terima kasih kepada petani yang mau menjadi pioner sebagai pelaku pengembangan inovasi teknologi  dengan berbagai kelebihan, seperti efisiensi tenaga kerja, waktu, air dan benih. Perlu pula diuji diberbagai lokasi , sehingga diketahui kecocokan pada lokasi setempat. Sementara itu Ir. Maman Sugiri  menyampaikan apresiasi yang besar kepada crew bayer tabela, tim penyuluh BPP Nanggulan yang telah membantu meningkatkan pengetahuan petani untuk meningkatkan hasil sehingga diharapkan program pemerintah pada tahun 2015 terjadi surplus beras sebesar 10.000 ton dapat terwujud. Lebih lanjut pada kelompok tani diharapkan  siap mengadopsi teknologi baru yang cocok / spesifik lokalita. Dalam kesempatan tersebut Ir. Hadi susanto perwakilan dari bayer menyampaikan SOP teknologi budidaya padi bayer tabela, beberapa produk pendukungnya serta mengharapkan ditiap - tiap kelompok tani di wilayah kecamatan Nanggulan dapat mencoba teknologi tersebut. Sementara dari diskusi, diketahui respon petani sangat tinggi dan mengharapkan adanya kerja sama lebih lanjut antara Bayer Tabela dengan kelompok tani di Nanggulan.

Kamis, 23 Juni 2011

PANEN UJICOBA PADI HIBRIDA MAPAN P 05 DI KELOMPOK TANI REJO KENTENG

Panen Padi Hibrida "MAPAN P 05"
Dalam rangka pelaksanaan kaji terap terhadap varietas padi baru yang mampu beradaptasi dengan kondisi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo,  maka dilakukan uji coba penanaman padi hibrida varietas Mapan P 05 di Kelompok Tani "Rejo", Kenteng, Kembang, Nanggulan.  Diharapkan dengan uji coba tersebut mampu menjawab tantangan dan kebutuhan benih padi untuk mensukseskan program pergiliran varietas padi, yang selama ini hanya berkutat pada Varietas  IR 64 dan Ciherang.  Hari Rabu, tanggal 22 Juni 2011 Kelompok tani " Rejo"  Kenteng, Kembang, Nanggulan, KP diadakan panenan ujicoba varietas Padi MAPAN P05. Dalam kesempatan tersebut dihadiri  Sumaryanto, SP dari Kantor KP4K Kabupaten Kulon Progo, Camat Nanggulan,  beserta unsur Muspika,Tim penyuluh BPP Nanggulan, Kepala Desa Kembang,  Ketua-ketua kelompok tani se desa Kembang, tim dari Primasid sebagai produsen padi Mapan P 05,  Pengurus dan anggota kelompok tani Rejo Kenteng serta  perwakilan petani  pelaksana uji coba varietas padi hibrida  MAPAN P 05 di wilayah  Kulon Progo.  Rata-rata ubinan yang dicapai sebesar 4,53 kg setara dengan 7,26 ton per hektar. Hasil analisa usaha tani padi hibrida Mapan P 05, walau pada kondisi perubahan iklim extrim,  adanya gangguan organisme pengganggu tanaman baik tikus, penggerek batang dan wereng batang coklat serta aplikasi  pupuk oleh petani hanya setengah dari dosis yaitu Urea 55 kg dan NPK 150 kg per hektar,  tetapi mampu memperoleh keuntungan sebesar Rp. 7.897.000,- per hektar. Dalam acara tersebut Sumaryanto dari  Kantor KP4K Kulon Progo mengatakan bahwa, uji coba perlu dilakukan untuk memperoleh jawaban varietas apa yang bisa diaplikasi oleh petani untuk pergiliran varietas. Sementara Sdr Puji S dari Primasid menyampaikan cara budidaya padi hibrida Varietas Mapan P 05, sesuai SOP yang ada.  Sedangkan Koordinator Penyuluh BPP Nanggulan mengajak pada para petani yang hadir untuk menilai hasil ujicoba, menentukan sikap serta mengambil keputusan secara mandiri apakah akan mengadopsi teknologi tersebut atau tidak. Respon petani yang hadir sekitar 150 orang, cukup baik dan positif dan berminat untuk mencoba, namun  mereka berharap agar harga benihnya bisa lebih terjangkau oleh petani.

Kamis, 09 Juni 2011

PANEN UJICOBA SISTEM "TABELA" di KELOMPOK TANI " MARGO RUKUN "

Camat Nanggulan dan Lurah Desa Jatisarono melakukan panen padi Tabela Varietas Inpari 10
Kelompok tani "MARGO RUKUN"  Janti kidul, Desa Jatisarono, Kec. Nanggulan bekerja sama dengan PT.Bayer mengadakan  uji coba bertanam padi dengan sistem tanam benih langsung (TABELA) dengan alat "BAYER TABELA" sekaligus uji coba varietas padi Inpari 10. Hari Rabu, 8 Juni 2011 dilakukan acara panen perdana. Dalam kesempatan tersebut hadir Camat Nanggulan beserta unsur Muspika, Lurah Desa Jatisarono beserta perangkatnya, Tim Penyuluh dan THL TBPP BPP kec. Nanggulan, Crew PT. Bayer, perwakilan kelompok tani sedesa Jatisarono serta tamu undangan. Dalam kegiatan tersebut dihasilkan ubinan rata-rata 3,065 Kg setara 4,904 ton/hektar. Dalam sambutannya Camat Nanggulan Drs L Bowo Pristyanto mengatakan, bahwa petani harus berani melakukan uji coba penerapan teknologi baru sehingga akan diperoleh teknologi yang tepat untuk diterapkan di usaha taninya. Disamping itu Ir Hadi Susanto dari Bayer Tabela mengatakan bahwa sistem Tabela sepuluh tahunan kedepan pasti dibutuhkan oleh para petani, mengingat tenaga kerja tanam semakin langka. Dengan Tabela para petani bisa menghemat biaya sekitar 30% bila dibanding dengan sistem tanam pindah ( Tapin)

Rabu, 08 Juni 2011

KOORDINASI PELAKSANAAN KEGIATAN SL PTT PADI Tahun 2011 dan PENGENDALIAN OPT

Tanam Padi dengan jajar legowo 2
Dalam rangka pelaksanaan SLPTT Padi tahun 2011 dan Pengendalian OPT pada hari Selasa 7 Juni 2011 bertempat di BPP Kec. Nanggulan diadakan koordinasi yang dihadiri dari Dinas Pertanian  dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo, KP4K Kab. Kulon Progo, Balai Proteksi Tanaman Pertanian Propinsi DI Yogyakarta, Tim Penyuluh, THL TBPP kecamatan Nanggulan, ketua Gapoktan dan ketua kelompok tani se kecamatan Nanggulan. Dalam kesempatan tersebut disampaikan informasi kegiatan BLBU Padi pada MT I tahun 2011, kegiatan SLPTT Padi dan Pengendalian OPT  padi, ,meliputi hama tikus, penggerek batang dan wereng batang coklat.  Hasil kesepakatan dari koordinasi tersebut ,antara lain :
1. Untuk memutus siklus hidup hama penggerek batang dan WBC, dilakukan pengendalian hama secara
    terpadu, terutama sanitasi lingkungan
2. Bagi kelompok tani yang sudah panen padi, diharapkan mampu melakukan optimalisasi lahan
3. RDKK tahun 2012 disusun 3 musim tanam sekaligus 
4. Kegiatan  SLPTT tahun 2011, dimulai bulan Juli
5. Tertib tanam dan tata tanam wajib dilaksanakan oleh semua anggota kelompok tani
6. Segera dilakukan  sosialisasi hasil koordinasi kepada anggota kelompok tani.

Jumat, 03 Juni 2011

KOORDINASI PELAKSANAAN KEGIATAN FEATI TAHUN 2011


Dalam rangka percepatan pelaksanaan kegiatan Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian ( P3TIP) Kabupaten Kulon Progo, pada hari Rabu tanggal 1 Juni 2011 di Kantor BPP Kecamatan Nanggulan diadakan rapat koordinasi kegiatan UP FMA.  Hadir dalam acara tersebut Ir H Jumari dari Kantor  Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan ( KP4K) Kulon Progo, Tim Penyuluh BPP Nanggulan, THL TBPP Kecamatan Nanggulan, Petugas Pengolah dan Penyaji |Data dari dinas terkait, Pengurus UP FMA Desa se Kecamatan Nanggulan dan tamu undangan lainnya. Koordinasi dilakukan sebagai tindak lanjut dari kegiatan Apresiasi FEATI yang diselenggarakan oleh Kantor KP4K beberapa waktu yang lalu. Dalam kata pengantarnya, koordinator PPL BPP Nanggulan memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pengurus Unit Pengelola FMA yang telah menyelesaikan kegiatan tahun 2010 dengan baik, lancar; dan tepat waktu,  selanjutnya menghimbau agar segera dilakukan persiapan kegiatan tahun 2011, yaitu penyusunan proposal kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan komoditas unggulan masing-masing desa. Juga disampaikan bahwa alokasi dana FEATI tahun 2011 sebesar Seratus dua puluh dua juta rupiah untuk 6 UP FMA. Dalam koordinasi  tersebut disepakati bersama, bahwa  proposal kegiatan tahun 2011, masuk paling lambat tanggal 30 Juni 2011. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan monitoring dan evaluasi kegiatan FMA tahun lalu oleh Kantor KP4K yang diwakili Ir H Jumari.