Selamat Datang di website Balai Penyuluhan Pertanian Kapanewon Nanggulan Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta.....................

Jumat, 07 Oktober 2022

STUDY BANDING PEMDES MOJOMATI JATIM KE KELOMPOK TANI ORGANIK NANGGULAN


    
Pemdes Mojomati, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur melakukan study banding ke Kelompok Tani Srijati, Bejaten, Jatisarono, Nanggulan pada tanggal 05 Oktober 2022. Hadir dalam acara tersebut BPTP DIY, LPHP UPTD BPTP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, BPP Nanggulan, POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan), RPT (Regu Perlindungan Tanaman), Kawat Kemakmuran Kapanewon Nanggulan, Lurah Jatisarono, pengurus dan anggota Kelompok Tani Srijati.
    Kepala Desa Mojomati yaitu Bapak Aan Budiantoro selaku ketua Tim Study Banding beserta rombongan dari semua perangkat Desa, BPD, RT, dan tokoh masyarakat Desa Mojomati melakukan study banding dalam rangka bertukar informasi tentang pengembangan pertanian ramah lingkungan berbasis agen hayati.
    Ketua Kelompok Tani Srijati yaitu Bapak Sumardi menyampaikan tentang kondisi pertanian yang ada di Bejaten, Jatisarono, Nanggulan antara lain lahan sawah bergantung pada irigasi Kalibawang, pola tanam yang diterapkan adalah padi padi palawija, pengelolaan pemupukan lahan diharapkan semua menggunakan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah, lahan yang mendapat sertifikat organik di KT Srijati seluas 7 ha. 
    Kalurahan Jatisarono, Nanggulan merupakan rintisan pertama pertanian organik. Usaha pertanian organik ini melibatkan tiga Kelompok Tani antara lain KT Srijati, KT Tegal Mulyo, dan KT Jatingarang Lor. Tiga Kelompok Tani tersebut telah mendapat sertifikasi organik dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) LeSOS Mojokerto, Jawa Timur dan Sertifikat Produk Produk Dalam Negeri (PD) dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) DIY.

Rabu, 05 Oktober 2022

LOMBA GEMPAR TINGKAT KABUPATEN DI NANGGULAN

    Dua tahun telah berlalu, setelah Pencanangan Gerakan Menanam Pangan di Pekarangan (GemPar) tanggal 24 Juli 2020 oleh Bupati Kabupaten Kulon Progo. Pencanangan GemPar bertujuan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan khususnya lahan pekarangan untuk ditanami tanaman pangan. Kemudian dikeluarkan surat edaran Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo untuk melakukan penanaman tanaman pangan secara serempak pada tanggal 23-31 Juli 2021. Pelaksanaan GemPar sebagai persiapan bagi KWT se-Kulon Progo dalam menghadapi Lomba GemPar.
    Kapanewon Nanggulan melaksanakan Lomba GemPar Tingkat Kabupaten tanggal 03 Oktober 2022 di KWT Ngudi Makmur. KWT ini berada di Padukuhan Klajuran, Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo. Lomba GemPar tersebut diketuai oleh Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kulon Progo Ibu Priyatinah Tri Saktiana. Hadir dalam acara tersebut Bapak Kelik dari DPRD Kabupaten, Tim Penilai dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Panewu Kapanewon Nanggulan, Kapolsek dan Danramil Nanggulan, Lurah Kalurahan Tanjungharjo beserta pamong, Tim PKK Kalurahan Tanjungharjo, Koordinator BPP Nanggulan berserta para penyuluh, PPS Nanggulan, warga Kalurahan Tanjungharjo, Nanggulan.
    Penilaian Lomba GemPar meliputi beberapa aspek, antara lain aspek Gapura Hidup dan Kegiatan di Pekarangan dan aspek Kelembagaan dan Kewirausahaan. Aspek Kelembagaan meliputi aspek Profil Kelompok dalam bentuk media kreatif, baik berupa video, cetak (laporan) maupun data dinding.
    Acara Lomba GemPar diawali dengan penampilan tari jatilan oleh ibu-ibu KWT Ngudi Makmur, Klajuran, Tanjungharjo, Nanggulan. Kemudian penampilan gejog lesung diiringi tari yang diikuti oleh seluruh tamu undangan, tak terkecuali Ibu PJ Bupati Ibu Priyatinah Tri Saktiana pun ikut menari dengan gemulai. Dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Setelah itu ucapan Selamat Datang dari Bapak Suyadi Lurah Kalurahan Tanjungharjo, sambutan dari Tim Juri Bapak Ir. Wazan Mudzakir, selingan tari gugur gunung, kemudian laporan/paparan dari KWT Ngudi Makmur, penilaian administrasi dan lapangan, Gending "krawitan", kesan dan pesan dari tim juri, pelepasan oleh Bapak Ir. ST Haryoto, MMA Panewu Kapanewon Nanggulan dan acara diakhiri dengan penutup.
    Lomba GemPar ini melibatkan berbagai unsur komponen masyarakat, untuk memberi penyadaran akan pentingnya penanaman pangan di pekarangan, dapat menyebarluaskan/membawa ilmu yang didapat untuk dapat ditularkan ke komunitasnya masing-masing/seluas-luasnya, dapat merubah pola fikir masyarakat. Melihat, meniru, memaksimalkan pekarangan, yang pada akhirnya tercipta ketahanan pangan di masyarakat. Dengan slogan Iso nandur, Iso ngingu, Iso ngolah, Iso panen, adol terus dan dapat mengubah SIP  yang Singup Iyup Peteng menjadi SIP yang Sehat Indah Produktif. 
    Pengeluaran paling besar adalah untuk makan, maka dari itu apabila dapat memproduksi sendiri kenapa harus beli. Apabila sudah kelebihan produksi dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga.
    Ibu PJ Bupati sangat antusias dengan lingkungan di KWT Ngudi Makmur yang subur. Beliau berharap tanaman-tanaman yang ada di pupuk dengan organik ramah lingkungan/mengurangi bahan-bahan kimia yang efeknya akan dirasakan di hari tua, mengurangi konsumsi gula, mengolah bahan lokal menjadi berbagai produk yang bernilai jual. Selain itu, untuk KWT Ngudi Makmur perlu adanya penambahan inovasi-inovasi lainnya, penambahan tanaman buah-buahan yang belum ada di lokasi lain yang nantinya akan dapat menjadi ciri khas di Tanjungharjo. edukasi anak dapat lebih disebarluaskan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi, pangan B2SA dapat lebih disebarluaskan.
    Sedangkan kesan dan pesan dari Bapak Panewu Nanggulan yaitu KWT sudah berupaya secara maksimal untuk memanfaatkan pekarangan yang ada, dan tetaplah bergelut di bidang pertanian.
Sekian.





    
    


Minggu, 02 Oktober 2022

Gerdal OPT ulat Artona pada tanaman kelapa

Hari Selasa 27 September 2022 telah dilaksanakan gerakan pengendalian OPT ulat Artona catoxantha pada tanaman kelapa di Janti, Jatisarono, Nanggulan. Gerakan dihadiri oleh Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kab Kulon Progo, POPT Kab Kulon Progo, Penyuluh Kapanewon Nanggulan dan anggota KT Mentes Janti, Jatisarono,


Nanggulan. Serangan ulat Artona catoxantha dengan intensitas 50 % luas 0,5 ha menyerang sudah sebulan yang lalu. Oleh karena itu dilakukan gerakan pengendalian dengan cara menginjeksi tanaman memakai insektisida. Sebelum dilakukan injeksi, buah kelapa yang sudah tua dipetik terlebih dulu dan selama masa pemulihan tanaman selama 6 bulan. Langkah pertama dilakukan pengeboran tanaman pada sisi bagian kulit. Langkah kedua diinjeksi dengan insektisida dosis 5-10ml pada tanaman umur lebih dari 10 tahun. Langkah ketiga dilakukan penutupan bekas injeksi dengan tanah liat. Serangan ulat Artona catoxantha ditandai dengan daun kelapa dimakan ulat, jika seragam berat daun habis dan buah rontok.

Senin, 12 September 2022

GERAKAN PENYEMPROTAN PUPUK HAYATI CAIR EXTRAGEN DI BULAK WETAN KLAJURAN, TANJUNGHARJO

           Menindaklanjuti kegiatan Droping tanggal 01 September 2022 dan Sosialisasi Bantuan Pupuk Hayati Cair (PHC) ExtraGEN tanggal 06 September 2022 di Kelompok Tani se-Kapanewon Nanggulan, untuk pertama kalinya diadakanlah Gerakan Penyemprotan PHC ExtraGEN di Kelompok Tani (KT) Manunggal Karya, Padukuhan Klajuran, Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo.
           Dalam kesempatan itu gerakan penyemprotan dilakukan di Bulak Wetan Klajuran. Di awal Musim Tanam I ini penyemprotan dilakukan pada lahan persawahan yang sudah digarap/sudah olah tanah dan di persemaian tanaman padi. Petani-petani yang melaksanakan penyemprotan kurang lebih 11 orang, yang kesemuanya berasal dari anggota KT Manunggal Karya.
           Bantuan PHC ExtraGEN ini merupakan Bantuan dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo. Untuk distribusi, Kapanewon Nanggulan terbanyak dan terluas se-Kabupaten Kulon Progo. PHC ExtraGEN diberikan kepada 69 Kelompok Tani, dengan luas lahan 650 Ha dan 1950 Ltr /Kg PHC. 
          PHC ExtraGEN ini bukan PHC baru di Kapanewon Nanggulan, sebelumnya Bantuan PHC ini telah terdistribusi untuk tanaman kedelai dengan hasil panen yang baik. Harapan yang sama untuk tanaman padi juga akan mendapatkan hasil panen yang meningkat dari hasil panen sebelumnya.
          Adapun fungsi PHC ExtraGEN antara lain dapat memperbaiki tanah agar sehat kembali, meningkatkan produktivitas hasil panen, menjadi salah satu solusi keterbatasan pupuk bersubsidi. PHC ini selain digunakan pada tanaman juga dapat digunakan pada ternak, yaitu untuk membantu penyerapan makanan dan melancarkan pencernaan.



Rabu, 24 Agustus 2022

SOSIALISASI DAN PERSIAPAN PPHT PADI

Kegiatan Sosialisasi dan Persiapan PPHT (Penerapan Pengendalian Hama Terpadu) diadakan di Kelompok Tani STP Margo Rukun Kemukus, Tanjungharjo, Nanggulan. Acara tersebut dihadiri dari Kapanewon Nanggulan, Kalurahan Tanjungharjo, BPP Nanggulan, UPTD BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Yogyakarta. Peserta sosialisasi berjumlah 15 orang dari Kelompok Tani STP Margo Rukun Kemukus, Tanjungharjo, Nanggulan. Kegiatan PPHT ini merupakan kelanjutan dari kegiatan SL PHT (Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu) yang telah dilakukan tahun 2010 dan lebih ke penerapan langsung di lapangan.
Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini adalah agar dapat meningkatkan target produksi dari tahun sebelumnya, pengendalian hama yang ramah lingkungan. Prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) antara lain Budidaya Tanaman Sehat, pelestarian/pemanfaatan musuh alami, pengamatan/monitoring terpadu, dan petani ahli PHT.
Bantuan yang diberikan antara lain pupuk organik padat, bahan dan alat agensia hayati, dan benih refugia. Dalam kegiatan PPHT tersebuat akan dilakukan 10 kali pertemuan mulai dari sosialisasi persiapan, pengendalian hama tikus, pengendalian di persemaian, sampai dengan pertemuan temu lapang panen. Luas lahan yang digunakan adalah 25 ha dibagi dalam 5 blok  yaitu Blok Utara/Bulak Pencar, Blok Selatan/Bulak Gandri, Blok Barat/Bulak Ngripung, Blok Timur, dan Blok Tengah. Dimana masing-masing blok terdapat petani pengamat yang bertugas mengamati agroekosistem pertumbuhan perkembangan hama penyakit padi. 
Hasil kesepakatan antara lain pertemuan diadakan setiap hari Kamis mulai dari jam 08.00 sampai selesai, peserta tidak boleh ganti agar pengetahuan yang didapat tidak terputus, pertemuan kedua sekaligus gerakan pengendalian tikus akan diadakan tanggal 01 September 2022 dengan dibantu masyarakat sekitar, pertemuan ketiga dan selanjutnya akan diadakan tanggal 22 September 2022, tanggal 06, 13, 20, 27 Oktober 2022, tanggal 03, 17 November 2022, dan tanggal 15, 29 Desember 2022. 
Setelah kegiatan ini diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang diberikan dan dapat menyebarluaskannya kepada petani-petani lainnya.






Pemerintah Kalurahan Tanjungharjo bekerjasama dengan BPP Nanggulan mengadakan Pelatihan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berada di Wilayah Kalurahan Tanjungharjo, Nanggulan. Pada tanggal 19-20 Juli 2022, pelatihan dilaksanakan di KWT Mekar Lestari, Sadang, Tanjungharjo, Nanggulan, KWT Mulya Tani, Dengok, Tanjungharjo, Nanggulan, dan KWT Ngudi Rejeki, Tanggulangin, Tanjungharjo, Nanggulan. Materi  yang disampaikan yaitu tentang pemberdayaan kelompok melalui penanaman sayuran mulai dari proses pembuatan media tanam, penyemaian benih, penanaman bibit sampai dengan pengenalan hama-hama penyakit tanaman. Pelatihan ini didukung oleh Dana Keistimewaan Yogyakarta.




Rabu, 10 Agustus 2022

PULUHAN TRAKTOR DI GERAKAN PERCEPATAN OLAH TANAH MT 1

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Selasa tanggal 09 Agustus 2022 melakukan Gerakan Percepatan Olah Tanah Musim Tanam I (MT I) di Bulak Pronosutan, Kembang, Nanggulan. Termasuk wilayah binaan BPP Nanggulan. Pada kesempatan itu dihadiri Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kapanewon Nanggulan, Kalurahan Kembang, Kalurahan Pendoworejo, BPP Nanggulan, Polsek Nanggulan, Koramil Nanggulan, Ketua Gapoktan Maju Mulyo Makmur, Ketua GP3A Kalibawang II, Operator Traktor, Pengamat Kalibawang Hulu, Kelompok Tani Lokasi Lahan, Ketua P3A Tani Rukun, P3A Tani Makmur, P3A Tani Maju, P3A Tani Jaya, P3A Tani Rejo, P3A Tani Mulyo, Forkompinkab.



Pelaksanaan Tata Tanam hanya dilakukan di Kulon Progo. Perbedaan saat tanam menyebabkan adanya serangan hama yang berpindah-pindah dan tidak terkendali, produksi tidak optimal. Maka dari itu disepakati adanya tata tanam dan pola tanam (Padi Padi Palawija).

Lahan Kapanewon Nanggulan termasuk Musim Tanam I (MT I) Golongan I yang mendapat pengairan utama dari Kalibawang mulai tanggal 1 Agustus 2022. Wilayah Pronosutan mendapat pengairan pertama kali, diharapkan segera olah tanah agar wilayah lain mendapatkan pengairan juga, seperti wilayah Pendoworejo, Girimulyo yang berbatasan langsung sampai ke wilayah Sindutan, Temon, Kulon Progo.



Bapak Kadis Pertanian dan Pangan Kulon Progo berharap para petani tertib dalam tata tanam dan pola tanam tersebut, jangan mengalihfungsikan lahan pertanian, Pronosutan sebagai ubudnya Nanggulan diharapkan dapat dikelola untuk wisata, Musim Tanam III (MT III) agar tidak menanam kentang tetapi semangka, melon dsb.

Selain itu Bapak Kadis menginformasikan tentang alokasi pupuk, mulai tanggal 20 Juli 2022 pupuk subsidi hanya 2 jenis yaitu Urea dan NPK Ponska, dikarenakan keuangan pemerintah yang terbatas.  Untuk penebusan solar, surat rekomendasi berasal dari Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo.



Setelah itu dilakukan Gerakan Olah Tanah oleh 16 Operator Traktor. Para operator traktor bersama-sama mengolah tanah di lahan yang telah dipersiapkan. Acara tersebut sebagai titik awal mulainya olah tanah dan dapat diikuti wilayah Nanggulan lainnya.