Jumat, 15 Agustus 2014

LOMBA/ VERIFIKASI KELOMPOK TANI BER PRESTASI tk NASIONAL di KELOMPOK TANI SRI JATI



Pada tanggal 14 Agustus 2014 Kelompok tani Sri Jati berkesempatan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti Evaluasi/Verifikasi ke tingkat Nasional untuk menjadi Kelompok tani berprestasi tahun 2014. Dalam kesempatan tersebut dari tim evaluasi memberikan kesan pesan yang bertujuan untuk membangun lebih maju kelompok tani.

Selasa, 13 Mei 2014

VERIFIKASI PENILAIAN LOMBA PTT BIDANG TANAMAN PANGAN ( PADI ) TAHUN 2014




Selasa 13 Mei 2014 Kelompok tani Srijati maju lomba PTT Bidang tanaman Pangan (Padi) tingkat DIY dalam kesempatan tersebut Hadir Tim Penilai tingkat DIY, Ka. Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Kulon Progo, Ka. Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanana Kab. Kulon progo, Tim Pembina tingkat Kab. Kulon progo, Tim Penyuluh BP3K Nanggulan ( PPL dan THL), Petugas POPT, P3D, Camat beserta unsur Muspika kec. Nanggulan , Kepala Desa beserta Perangkat desa Jatisarono dan ketua/ pengurus Kelompok tani sedesa Jatisarono serta Pengurus dan anggota Kelompok tani Srijati.

Senin, 05 Mei 2014

KOORDINASI KEGIATAN BP3K NANGGULAN


Hari senin tanggal 05 Mei 2014, Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Nanggulan sebagai calon peserta lomba pembangunan pertanian tahun kegiatan 2014 tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan gladi resik pelaksnaan lomba yang akan diselenggarakan pada tanggal 8 Mei 2014
Hadir pada kesempatan ini Kepala Kantor KP4K Kulon Progo (Ir.Maman Sugiri) dan Kelompok Jabatan Fungsional Kabupaten, Muspika dan kelompok Wanita Tani, Kelompok Tani dan Pamong Desa dan disepakati potensi semua unsur akan ditampilkan untuk mendukung dan menyemarakan acara tersebut
Acara akan dipusatkan di BP3K Nanggulan, yang direncanakan akan dihadiri oleh : Bupati Kulon Progo (proses komunikasi dg ajudan) katagori yang diikuti oleh Kabupaten Kulon Progo antara lain BP3K berprestasi, Gapoktan Berprestasi, Penyuluh Pertanian Berprestasi, Penyuluh Swadaya Berprestasi dan THL TB PP berprestasi... harapan semua katagori dapat diraih sebagai JUARA 1 Daerah Istimewa Yogyakarta amin... 

Minggu, 27 April 2014

KOORDINASI dan ADVOKASI KECAMATAN PHT KECAMATAN NANGGULAN






Pada hari Senin 7 April 2014 bertempat di BP3K Kecamatan Nanggulan diadakan pertemuan tindak lanjut dari ditetapkannya Kecamatan Nanggulan sebagai Kecamatan PHT Tahun 2013 yaitu Advokasi penguatan kecamatan PHT.  Hadir Kepala BPTP DIY, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Kulon Progo, Kepala KP4K Kabupaten Kulon Progo, Camat Nanggulan beserta unsur muspika, tim Penyuluh BP3K Nanggulan, Kepala Desa se-kec. Nanggulan dan wakil-wakil Petani. Kecamatan PHT akan berhasil apabila  adanya penurunan luas serangan OPT, penguatan kelembagaan dan dukungan dari berbagai pihak baik Pemerintah, Petugas dan petani.  Kecamatan PHT dapat terwujud bila kita memiliki pemahaman yang sama serta diperlukan komitmen bersama antara masyarakat dan pemerintah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk terwujudnya pembangunan ekonomi berkerakyatan dengan mengoptimalkan sumber daya alam dan sumberdaya manusia, membangun jejaring / kemitraan antar lingkup.

Minggu, 09 Februari 2014

GERAKAN PENANAMAN BUNGA

Kecamatan Nanggulan salah satu kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah mendeklarasikan sebagai kecamatan Pengendalian Hama terpadu ( Kecamatan PHT) . Dalam upaya untuk mewujudkan keberlangsungan ruh PHT maka berbagai upaya telah dilakukan diantaranya : konservasi Musuh Alami dengan cara menanam berbagai tanaman bunga disepanjang pematang dan kanan – kiri jalan. Gerakan penanaman bunga dilakukan oleh peserta Sekolah lapangan Pengendalian Berkelanjutan yang diikuti oleh 100 orang petani,Petugas POPT, Penyuluh Pertanian BPP Nanggulan . Adapun lokasi gerakan tanam bunga di bulak sawah gede Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo.Dengan jenis bunga yang ditanam adalah kenikir,bunga kertas dll Manfaat dari tanaman bunga adalah sebagai konservasi Musuh alami yaitu akan mendorong berbagai jenis parasitoid dewasa datang mencari nectar. Semakin banyak parasitoid yang ke pertanaman bunga maka parasitoid akan ke pertamanan padi.

Minggu, 29 Desember 2013

17 Resep Biopestisida Nabati


  1. Tanaman Aromatik/atraktan disebabkan mengandung methyl euganol untuk penjebak Lalat buah/serangga : Selasih (Ocimum.sp) dan Melaleuca Bracteata.
  2. Pestisida dari ikan mujair dapat mengatasi hama tanaman terong dan pare. Cara membuat pestisida organik dari ikan mujair : 1 kg ikan mujair dari empang, dimasukkan ke plastik, dibiarkan selama 3 hari. Kemudian direbus dengan dua liter air selama dua jam dan disaring. Dapat digunakan secara langsung atau ditambahkan tembakau dahulu.
  3. Pestisida organik lainnya dapat diperoleh dari biji mahoni, kunyit, jahe, serai dan cabe. Pembuatannya dengan dihaluskan, diberi air, diperas dan disaring. Untuk cabe saat penyemprotan harus hati-hati jangan sampai berbalik arah mengenai manusia.
  4. Pestisida dari mahoni untuk mengatasi hama tanaman terong dan pare. Kunyit, jahe, serai untuk mengatasi jamur tanaman dan buah. Cabe untuk mengatasi semua jenis hama kecuali hama di dalam tanah
  5. Menanggulangi penyakit keriting pada cabai, Bahan: brotowali satu kilogram (atau daun-daunan yang pahit), kapur 10 sendok makan, kunyit satu kilogram.Cara membuat: Ketiga bahan ditumbuk dan diambil airnya lalu dicampur dengan air 30-50 liter. Bahan ini siap digunakan untuk mengendalikan penyakit keriting pada cabai.
  6. Mencegah semut pada persemaian, Bahan: kunir satu ons, laos satu onsCara pembuatan: kunir dan laos dihaluskan kemudian ditambah air secukupnya lalu disaring.Cara pemakaian: larutan hasil saringan dimasukkan dalam penyemprot yang sudah berisi air (10 liter), semprotkan di lahan sehari sebelum digunakan untuk menyemai tanaman dan diulang tiga hari sesudah tanaman disemai
  7. Mengendalikan ulat pada tanaman tomat, cabai, melon dan semangka, Bahan: puntung rokok satu ons dan air tujuh liter.Cara pembuatan: masukkan puntung rokok dalam air. Biarkan selama 4–7 hari. Saringlah agar diperoleh air larutan yang bersih. Gunakan untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman. Penyemprotan pada pagi dan sore hari.
  8. Penyakit keriting pada cabai, Bahan: abu dapur dua kilogram, tembakau ¼ kg, belerang tiga ons.Cara pembuatan: ketiga bahan direndam dalam air selama 3–5 hari. Saring air rendaman tersebut dan semprotkan pada tanaman yang terkena penyakit keriting.Cara yang lain, bisa juga dengan menaburkan secara langsung abu dapur pada tanaman yang terserang penyakit keriting.
  9. Mengendalikan hama wereng, Bahan: kecubung dua butir, jenu satu kilogram.Cara pembuatan: kedua bahan direbus dengan air sampai mendidih. Saringlah air tersebut. Cara penggunaan: setiap satu liter air rebusan dicampur dengan 16 liter air. Semprotkan pada tanaman yang terserang hama wereng.
  10. Hama walangsangit, Bahan: brotowali satu kilogram dan kecubung dua butir.Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan air satu liter. Air rebusan kemudian disaring. Campuran larutan tersebut dengan air 16 liter. Gunakan untuk mengendalikan hama walangsangit yang menyerang tanaman. Penyemprotan pada pagi dan sore hari.
  11. Untuk Mengendalikan Hama pada Bawang Merah, Bahan :Daun nimba 1 kg, umbi gadung racun 2 buah, deterjen sedikit berfungsi sebagai pelekat daun, air 20 liter.Cara Pembuatan :Daun nimba dan umbi gadung ditumbuk halus. Selanjutnya seluruh bahan diaduk merata dlam 20 liter air, dan diendapkan semalam. Keesokan harinya larutan disaring dengan kain halus dan tambahkan diterjen. Semprotkan pada tanaman bawang merah
  12. Ramuan untuk mengendalikan Trips pada cabe, Bahan :Daun sirsak 50-100 lembar, deterjen atau sabun colek 16 gram dan air 5 liter Cara Pembuatan Daun sirsak ditumbuk halus dicampur dengan 5 liter air dan diendapkan semalam. Keesokan harinya larutan disaring dengan kain halus. Setiap 1 liter hasil saringan diencerkan dengan 10-15 liter air. Larutan siap disemprotkan ke seluruh tanaman cabe.
  13. Ramuan untuk mengendalikan Trips, Aphid, dan kutu daun, Bahan: Daun pamor-pamor 2, 5 kg dan air 7,5 liter .Cara Pembuatan Daun pamor-pamor ditumbuk (blender) sampai halus, kemudian tambahkan air (konsentrasi 25 %) dan permentasikan selama 1 hari. Kemudian saring ekstraknya dan tambahkan diterjen sebanyak 5 gram. Semprotkan pada tanaman.
  14. Mengendalikan ulat grayak, ulat lain dan serangga, Bahan: segenggam daun gamal (satu kilogram), lima liter air, 250 mg tembakau rokok (sudah dirokok).Cara membuat: segenggam pucuk daun gamal ditumbuk halus. Campurlah dengan air kemudian rebuslah. Dinginkan kemudian tambahkan tembakau dan aduklah hingga air berubah menjadi agak kehitaman/kemerahan.Cara penggunaan: setiap 250 cc air larutan dicampur dengan air 10 liter. Gunakan untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman.
  15. Untuk Mengendalikan Hama Secara Umum, Bahan :Daun nimba 8 kg, lengkuas 6 kg, serai 6 kg, deterjen 20 gram, air 20 liter.Cara Pembuatan Daun nimba, lengkuas, dan serai ditumbuk. Seluruh bahan diaduk merata dalam 20 liter air, lalu direndam selama 24 jam. Keesokan harinya larutan disaring dengan kain halus. Larutan hasil penyaringan ditambah diterjen dan diencerkan dengan 60 liter air, bisa digunakan untuk luas 1 ha. Semprotkan pada tanaman.
  16. Ramuan untuk mengendalikan penyakit Antraknose, Bahan Rimpang lengkuas 1 kg dan air 2 liter .Cara Pembuatan Iris rimpang lengkuas, tempatkan pada niru dan jemur sampai kering. Kemudian cincang rimpang lengkuas sampai kecil-kecil. Selanjutnya masukkan 2 l air ke dalam panci suling, panaskan dengan nyala api yang kecil dengan kompor gas/kompor minyak, lalu masukkan rimpang lengkuas tadi ke dalam panci penguapan. Air hasil sulingan ditampung pada beaker glass. Semprotkan air sulingan tersebut dengan kosentrasi 15 % pada tanaman yang terserang Antraknose secara merata. Waktu aplikasi sebaiknya pada sore hari
  17. Pestisida nabati daun mimba dan umbi gadung efektif untuk mengendalikan ulat dan Hama pengisap, Bahan: Daun mimba,Umbi gadung,Detergen,Air Alat: Timbangan Alat penumbuk Tempat pencampuran Pengaduk Saringan.Cara Pembuatan: Cara pembuatan pestisida nabati daun mimba dan umbi gadung adalah sebagai berikut. 1.Tumbuk halus 1 kg daun mimba dan 2 buah umbi gadung racun, tambah dengan 20 liter air + 10 g detergen, aduk sampai rata 2.Diamkan rendaman tersebut selama semalam. 3.Saring larutan hasil rendaman dengan kain halus. 4.Semprotkan larutan hasil penyaringan ke pertanaman.
(dari berbagai sumber)