Selamat Datang di website Balai Penyuluhan Pertanian Kapanewon Nanggulan Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta.....................

Minggu, 03 Desember 2023

PELATIHAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KWT KALURAHAN TANJUNGHARJO

Kalurahan Tanjungharjo bekerjasama dengan BPP Nanggulan melalui Dana Keistimewaan, mengadakan Pelatihan Pemberdayaan Perempuan di Kelompok Wanita Tani (KWT). Adapun tujuan dari pelatihan tersebut adalah dalam rangka pemberdayaan perempuan dan pengentasan kemiskinan, khususnya di wilayah Kalurahan Tanjungharjo. Ada 4 (empat) Kelompok Wanita Tani yang mengikuti pelatihan tersebut, antara lain KWT Ngudi Mulyo, Tanjunggunung; KWT Ngudi Makmur, Klajuran, KWT Campur Sari, Kemukus; dan KWT Sido Asri, Klampis Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan. Masing-masing KWT terdiri dari 16 orang yang merupakan pengurus dan anggota KWT.

  

Jadwal pertemuan pertama untuk KWT Ngudi Mulyo, Tanjunggunung pada tanggal 20 November 2023, KWT Ngudi Makmur, Klajuran tanggal 22 November 2023, KWT Campur Sari, Kemukus tanggal 23 November 2023, dan KWT Sido Asri, Klampis tanggal 27 November 2023. Setiap Kelompok Wanita Tani menjadwalkan 3 kali pertemuan, terdiri dari materi dan praktek yang berkaitan dengan pemanfaatan pekarangan, menyesuaikan kebutuhan dari masing-masing KWT.

  

Dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dari Kelompok Wanita Tani dan dapat mempraktekkan ilmu tersebut di kelompok dan di pekarangannya masing-masing. Pada akhir pertemuan, setiap Kelompok Wanita Tani mendapatkan bantuan bibit cabai, tomat, terong; Pupuk Organik Padat (POP); Pupuk Organik Cair (POC); dan peralatan pertanian berupa polybag dan hands sprayer. Bantuan ini sebagai stimulan bagi para Kelompok Wanita Tani untuk dapat memanfaatkan dan mengembangkannya sehingga dapat lestari berkelanjutan ke depannya. Pelatihan ini merupakan kali kedua yang diadakan Kalurahan Tanjungharjo dan sebagai upaya mendukung dalam sektor pertanian. (Md-BPP Nanggulan)

Kamis, 21 September 2023

JOSS AANDALAN KWT AMRIH RAHAYU

Instruksi Bupati Nomor 5 tahun 2021 tentang  GEMPAR (Gerakan Menanam Pangan di Pekarangan) bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Kulon Progo merupakan hal yang tidak asing lagi, terutama bagi KWT Amrih Rahayu yang berada di Pedukuhan Bejaten, Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan. Kelompok Wanita yang berdiri tanggal 13 April 2016 merupakan kelompok yang aktif dalam kegiatan usaha pertanian, peternakan dan perikanan dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakatnya. Salah satu yang menjadi andalan kegiatan adalah optimalisasi pekarangan dengan JOSSnya atau Jatisarono Organik Sehat Sejahtera (pertanian ramah lingkungan).

KWT yang beranggotakan 46 orang diketuai oleh ibu Yayuk Sri Purwanti, mempunyai visi Mewujudkan anggota KWT yang sejahtera dan  untuk meningkatkan pendapatan dalam keluarga dengan menjalin kemitraan untuk memperluas pemasaran usaha antara lain dengan asosiasi MBN, Pos yandu, PKK, rumah makan, sari jampi, lembaga pendidikan usia dini, kelompok tani dewasa dll.

Bapak Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo dalam sambutannya di pelaksanaan Lomba Gempar tahun ini mengajak KWT menciptakan inovasi-inovasi baru juga adanya terobosan-terobosan yang bisa mensejahterakan warganya, dari program yang di rencanakan ada tambahan program yang berkolaborasi dengan kelompok pembudidaya ikan dan kelompok pengolahan dan pemasaran yang di bernama angkringan KWT JOSS.





Tujuan  agar tercipta pekarangan yang tertata indah, menyejukkan dan dapat juga menambah pendapatan keluarga melalui misi KWT sebagai berikut :

n  Meningkatkan kualitas hasil pertanian organik yang ramah lingkungan.

n  Meningkatkan nilai tambah produk pertanian melalui pengembangan produk olahan.

n  Mengembangkan jaringan pemasaran.

n  Membangun  Petani dengan ilmu dan keterampilan



 

 

Selasa, 29 Agustus 2023

PELATIHAN OPTIMALISASI LAHAN PERTANIAN DENGAN MEMANFAATKAN TANAMAN MARIGOLD DI BPP NANGGULAN

Salah satu bentuk pelaksanaan SIP (Sinergi Inovasi Profesionalisme) di BPP Nanggulan yang merupakan kepanjangan tangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo dengan Universitas Pembangunan (UPN) Yogyakarta, mengadakan pelatihan Optimalisasi Lahan Pertanian dengan Memanfaatkan Tanaman Marigold.

Pelatihan ini dilaksanakan satu hari yaitu pada tanggal 28 Agustus tahun 2023 di aula BPP Nanggulan, dengan materi sebagai berikut :

·         - Optimalisasi lahan pertanian dengan mamanfaatkan tanaman marigold

·         - Praktek persemaian benih tanaman marigold

·        -  Pengembangan potensi pertanian dalam usaha kuliner dengan pendekatan community based development.


Materi disampaikan oleh Dosen UPN Yogyakarta ibu Sri Kuning Retno Dewandini, SP. M.Sc. dan ibu Amalia Nurul Huda SP, M.Si. Di ikuti antusias dari peserta pelatihan yang di hadiri oleh ibu-ibu Kelompok Wanita Tani se-Kapanewon Nanggulan yang berjumlah 30 orang peserta dengan ketentuan Kelompok Wanita Tani tersebut berdomisili di sekitar wisata kuliner di wilayah Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo.

Pengenalan Tanaman

Tanaman Marigold merupakan tanaman hias yang memiliki berbagai kegunaan sebagai tanaman pembatas, pagar, dan rangkaian papan bunga. Seiring kesadaran masyarakat dalam penggunaan petisida nabati serta perkembangan pertanian organik, saat ini tanaman marigold banyak digunakan sebagai tanaman refugia yang ditanam di antara tanaman hortikultura seperti sayur dan tanaman bawang merah (Pratiwi, 2019). Marigold dapat dijadikan sebagai pakan ternak serta bisa dijadikan anti hama karena terdapat kandungan senyawa terpenoid (Yolanda, 2012). Marigold dapat dijadikan sebagai insektisida hayati karena terdapat kandungan tannin, flavanoid, steroid, dan saponin pada tanaman tersebut (Kusmiati, 2011).

Tujuan dari pelatihan ini adalah

·         - Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam budidaya tanaman Marigold

·        -  Mengoptimalkan lahan pertanian/pekarangan anggota Kelompok Wanita Tani melalui tanaman hias

·        - Meningkatkan penghasilan melalui tanaman Marigold






 

Rabu, 23 Agustus 2023

PEMBUATAN AGENSIA HAYATI BEVERIA BASIANA DAN TRICHODERMA

    Hari ini tanggal 23 Agustus 2023, diadakan pertemuan ke 5 Program Pemberdayaan Petani dalam Pemasyarakatan PHT (P4) di Klinik Tanaman Prima, Kalurahan Tanjungharjo, Nanggulan. Hadir dalam acara tersebut dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), POPT dan BPP Nanggulan, serta peserta P4 sebanyak 12 orang yang tergabung dalam Gapoktan Tanjung Lestari Kalurahan Tanjungharjo.
    Agen Pengendali Hayati atau biasa disingkat APH merupakan mikroorganisme yang dikembangkan secara alami dan melalui metode rekayasa genetik yang dimanfaatkan untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Penggunaan APH semakin lama semakin dibutuhkan para petani, maka dari itu perlu adanya usaha dalam eksplorasi dan perbanyakan agensia hayati seperti beauveria bassiana, trichoderma, metarizhium melalui program P4.
    Pertemuan kali ini dilakukan perbanyakan Beauveria Bassiana, Trichoderma, dan pembuatan media agar. Dimulai dengan pengukusan beras dan jagung, pendinginan, pengemasan, inokulasi, dan penyimpanan. Kemudian perebusan agar, pemindahan ke tabung erlenmeyer, sterilisasi, pemindahan ke cawan petri dan ke tabung reaksi, lalu pendinginan.
    Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para peserta lebih mahir dalam pembuatan dan perbanyakan APH, dapat memanfaatkan APH di lahan masing-masing, dan dapat memasarkan APH tersebut ke petani maupun kelompok-kelompok tani.






Verifikasi Lomba Gempar Tingkat Kapanewon Nanggulan Tahun 2023





Pelaksanaan Penilaian Gempar Tingkat Kapanewon Nanggulan dilaksanakan pada tanggal 7-9 Agustus 2023. Penilaian melibatkan pihak Kapanewon Nanggulan dari Bidang Kemakmuran, BPP, Kalurahan, dan Paguyuban KWT Nanggulan.

Penilaian dilakukan di 6 (enam) Kelompok Wanita Tani (KWT) mewakili masing-masing Kalurahan di Kapanewon Nanggulan. Kalurahan Kembang diwakili KWT Kembang Asri, Pundak Tegal; Kalurahan Jatisarono diwakili KWT Amrih Rahayu, Bejaten; Kalurahan Wijimulyo diwakili KWT Wijisari, Tegalsari; Kalurahan Tanjungharjo diwakili KWT Ngudi Rejeki, Tanggulangin; Kalurahan Donomulyo diwakili KWT Sari Makmur, Bandung; Kalurahan Banyuroto diwakili KWT Mekar, Tawang.

Berdasarkan hasil musyawarah tanggal 14 Agustus 2023 diperoleh keputusan, bahwa dari 6 KWT dengan nilai tertinggi/peringkat pertama yaitu KWT Amrih Rahayu, Bejaten, Jatisarono untuk maju Lomba Gempar Tingkat Kabupaten mewakili Kapanewon Nanggulan.

Peringkat kedua dari KWT Wijisari, Tegalsari, Wijimulyo; peringkat ketiga KWT Sari Makmur, Bandung, Donomulyo; peringkat keempat KWT Kembang Asri, Pundak Tegal, Kembang; peringkat kelima KWT Ngudi Rejeki, Tanggulangin; dan peringkat keenam KWT Mekar, Tawang, Banyuroto.

Kemudian keputusan hasil disampaikan di KWT Amrih Rahayu, Bejaten, Jatisarono pada tanggal 18 Agustus 2023 dengan menghadirkan dari pihak Kapanewon, BPP, Kalurahan Jatisarono, Padukuhan Bejaten, Paguyuban KWT Nanggulan, dan pengurus maupun anggota KWT Amrih Rahayu dan KWT menerima keputusan hasil musyawarah dan akan menindaklanjuti utk persiapan maju lomba tingkat kabupaten.

Rabu, 24 Mei 2023

Gerakan Pengendalian OPT tikus dI Bulak Pronosutan Nanggulan

Menindaklanjuti rapat Koordinasi Lintas Sektor Penanggulangan Leptospirosis yang diselenggarakan di Puncak Saka tanggal 04 Mei 2023 maka hari ini  tanggal 24 Mei 2023 diadakan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) yaitu tikus di sekitar Bulak Pronosutan, Kalurahan Kembang, Nanggulan, Kulon Progo.
Gerdal dihadiri dari Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Kapanewon Nanggulan, Puskesmas Nanggulan, Kalurahan Kembang, BPP Nanggulan, POPT, Babinsa, Babinkamtibmas, Regu Pengendali Hama Tanaman (RPT), dan anggota-anggota kelompok tani.
Penyakit Leptopirosis berdampak pada manusia. Pemerintah bersama para kelompok tani bersama-sama memberi rasa nyaman untuk masyarakat dengan melaksanakan gerakan pengendalian. Dengan harapan masyarakat petani yang bekerja di sawah tidak ada rasa takut untuk bekerja di sawah, ungkap Bapak Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo.
Sebaiknya bapak ibu petani yang memiliki luka tidak beraktifitas dahulu di sawah. Selain itu Bapak Kabid mengucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder atas partisipasinya dalam kegiatan Gerakan Pengendalian ini. Semoga diberi kelancaran dan keselamatan.
Gerdal OPT tikus menggunakan emposan tikus sebanyak 100 emposan, dan dikarenakan emposan terbatas maka menggunakan bahan tambahan berupa pertalite sebanyak 10 liter. Setiap anggota kelompok tani mencari liang-liang aktif di sepanjang lahan sawah. Sekian.





Senin, 13 Februari 2023

PROFIL BPP NANGGULAN

BPP Kecamatan Nanggulan  merupakan lembaga penyuluhan pertanian di Kapanewon/kecamatan sebagai lembaga non struktural yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati Kulon Progo.

BPP Nanggulan  beralamat di padukuhan Kenteng, Kalurahan/Desa Kembang, Kapanewon/Kec. Nanggulan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan status bangunan milik sendiri dan kondisi bangunan baik .dengan status tanah pinjam    pakai.          

BPP Kapanewon/Kecamatan Nanggulan Kabupaten Kulon Progo berusaha mengoptimalkan penggunaan sarana dan prasarana  IT untuk mendukung fungsi balai penyuluhan. Sarana meliputi PC dan Laptop.

Wilayah kerja BPP Kapanewon/Kecamatan Nanggulan meliputi 6 Kalurahan/Desa yaitu kalurahan/Desa Kembang,Jatisarono,Tanjungharjo,Wijimulyo,Banyuroto dan Donomulyo.

A.    Kondisi  Sumber Daya Alam

1.      Letak Wilayah :

    Kecamatan Nanggulan  merupakan salah satu wilayah Kabupaten Kulon Progo, dengan 6 wilayah desa, terdiri dari  61 Dusun, dengan batas-batas :

       Sebelah barat                    : Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo

       Sebelah utara                    : Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulon Progo

       Sebelah timur                   : Dibatasi Sungai Progo dan Kabupaten Sleman

     Sebelah selatan                 :Kecamatan Sentolo dan Sentolo Kabupaten                                                                                Kulon Progo

 

 

2.      Pembagian wilayah

Tabel 1. Pembagian wilayah

NO

DESA

JML DUSUN

JML RW

JML RT

1

Kembang

12

26

81

2

Jatisarono

12

24

69

3

Wijimulyo

11

24

74

4

Tanjungharjo

8

45

17

5

Donomulyo

8

20

60

6

Banyuroto

10

18

56

 

 

 

 

 

 

Kecamatan Nanggulan

61

129

385

 

 

3.      Tinggi Tempat

       Tinggi tempat di berbagai wilayah ini sangai bervariasi sebagaimana mengikuti zonasi wilayah yang ada. Kisaran ketinggian mulai dari  26 sampai dengan  500 meter dari permukaan laut (DPL).

 

Tabel 2 . Data ketinggian tempat

NO

KETINGGIAN M Dpl

LUAS  M

PERSENTASE  %

1

< 7

0

0

2

8 – 25

0

0

3

26 – 100

3,286

0,48

4

101- 500

675

99,51

5

>500

0

0

 

JUMLAH

678,286

100

 

4.      Jenis Tanah

 Tabel .3. Jenis tanah wilayah

NO

JENIS TANAH

LOKASI DESA

LUAS  ( Ha )

1

LATOSOL

Kembang

Jatisarono

Wijimulyo

 

1.705,9

2

REGOSOL KELABU

Tanjungharjo

Donomulyo

Banyuroto

 

2.282,33

 

                        Adapun  mengenai uraian jenis tanah wilayah Kecamatan  Nanggulan   

              sebagai berikut

1. Latosol

                 Jenis tanah ini kompleks, ada latosol merah tua, latosol coklat, dan podsolik  

       merah Kekuningan kekuningan,yang terdapat diwilayah Desa Kembang, Jatisarono,  

                          Wijimulyo. Wilayah tanah latosol meliputi seluas  1.705,9Ha

2.      Regosol

      Regosol kelabu merupakan bahan induk berasal dari batu kapur dan nepal,             yang terdapat di Desa Tanjungharjo, Donomulyo dan Banyuroto selauas 2.282,33 Ha

3.      Luas Lahan Menurut Kemiringan

 

            Tabel 4. Luas Lahan Menurut Kemiringan

NO

KEMIRINGAN  DERAJAT

LUAS  (Ha)

PERSENTASE %

1

<2

2,239

1,019

2

3 – 15

1,416

0,644

3

16 – 40

193

87,865

4

>40

23

10,470

 

JUMLAH

219,655

100

      

 

 

 

 

4.      Luas lahan Sawah

            Tabel  5. Luas Lahan Sawah

NO

KRETERIA  SAWAH

LUAS  (Ha)

PERSENTASE %

1

Sawah irigasi teknis

1.581,345

93,29

2

Sawah irigasi ½ teknis       

0

0

3

Daerah irigasi kecil

0

0

4

Tadah hujan

113,63

6,7

 

Jumlah

16,95

100

     

           

5.       

      Tabel . 7. Luas Lahan Berdasar Fungsi

NO

DESA

SAWAH (Ha)

TEGAL (Ha)

PEKARANGAN (Ha)

KOLAM (m)

LAIN-LAIN (Ha)

1

Kembang

205

254,824

83,61

6.588

21,60

2

Jatisarono

215

259,400

178,84

10.512

9,80

3

Wijimulyo

233

358,371

74,08

13.872

32,59

4

Tanjungharjo

178

288,350

295,94

14.879

54,60

5

Donomulyo

326

500,130

83

6.738

14,03

6

Banyuroto

235

454,820

133,27

5.948

74,77

 

Jumlah

1392

2.115,859

787,14

58.537

177,39

Sumber : Statistik dan Profil Kecamatan Nanggulan Tahun 2017

 

 

  komoditas unggulannya adalah Tanamana pangan (Padi) yang dikembangkan pada lahan seluas  1.392 Ha. BPP  membina 110 Kelompok Tani (POKTAN) 6 Gabungan Kelompok Tani  (GAPOKTAN) dan 2 Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP). Klasifikasi BPP Nanggulan adalah: Madya.BPP dipimpin oleh Sudarmanto,SPKP. selaku koordinator penyuluh. Petugas pelayanan di BPP  sejumlah 7 orang terdiri dari 1 Pimpinan, 1 Penyuluh PNS, 5 PPPK, 1 POPT PNS. 7 Penyuluh Pertanian Swadaya, serta 0 Penyuluh Pertanian Swasta.

Pelaksanaan kegiatan penyuluhan di BPP antara lain:

1.      Kegiatan Pembelajaran yang dilakukan BPP berupa Demonstrasi (demplot, demfarm dan demarea, Kaji terap, Kursus Tani, Anjangsana/Pertemuan Kelompok serta Regenerasi Petani.

2.      Kegiatan Pelayanan Konsultasi Agribisnis masih dilakukan secara konvensional dengan frekuensi konsultasi mingguan dan bulanan.

3.      Kegiatan Pengembangan kemitraan di BPP dalam bentuk sinergitas kegiatan dengan Lembaga-lembanga lain,  Farm Field Day (FFD), Temu usaha,Sarasehan  serta Pameran dan promosi.

4.      Penyediaan data dan informasi pertanian terdiri dari: Display, Bahan tercetak, Digital display, Video, Media Website/Blog/IG/Fb/Youtube.(http://www.bp3k,nanggulan.blogspot.com) Email ; bp3knanggulan@gmail.com.

BPP sebagai lembaga penyuluhan pertanian menyadari peran strategis dalam pembangunan pertanian di Kapanewon/kecamatan. Keseluruhan aktifitas penyuluhan pertanian yang dilakukan di BPP bertujuan untuk mensukseskan pembangunan pertanian, memenuhi kebutuhan kelembagaan petani serta meningkatkan kesejahteraan petani. (Sdmt 23)