Jum'at 12 Agustus 2011 BPP Kecamatan Nanggulan mengadakan koordinasi pelaksanaan kegiatan UP-FMA, hal ini dilakukan sebagai wujud tindak lanjut koordinasi P3TIP yang diadakan di Kantor KP4K Kabupaten Kulon Progo beberapa waktu yang lalu. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Hartono, A.Md selaku Koordinator BPP Kecamatan Nanggulan, Pengurus UP FMA desa se Kecamatan Nanggulan, TPL danTim Penyuluh BPP Nanggulan. Dalam koordinasi tersebut diberikan rekomendasi pencairan dana dan disepakati untuk segera melakukan pelaksanaan kegitan dimasing - masing UP FMA yaitu : desa Jatisarono dilaksanakan tanggal 15 & 16 Agustus 2011, desa Kembang dilaksanakan tanggal 18 Agustus 2011, desa Donomulyo dilaksanakan tanggal 18 & 19 Agustus 2011, desa Banyuroto dilaksanakan tanggal 22, 23 & 24 Agustus 2011 dan desa Wijimulyo dilaksanakan tanggal 25, 26 & 27 Agustus 2011.
Selasa, 16 Agustus 2011
Kamis, 28 Juli 2011
TEMU LAPANG DAN PENUTUPAN KEGIATAN SLPHT Kelompok Tani " MANUNGGAL KARYA "
Rabu 27 Juli 2011 Kelompok tani MANUNGGAL KARYA, Klajuran, Tanjungharjo mengadakan temu lapang dan penutupan kegiatan SLPHT Padi. Hadir dari BPTP Propinsi DIY, perwakilan dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo , Camat Nanggulan beserta unsur Muspika, Tim Penyuluh BPP, Kepala desa dan pengurus serta anggota kelompok tani. Dalam kesempata tersebut dari BPTP propinsi DIY berharap kedepanya kelompok tani mampu untuk budidaya tanaman sehat dan mengurangi penggunaan pestisida karena sudah dapat memproduksi beveria basiana. L Bowo Pristyanto selaku Camat Nanggulan yang sangat peduli dengan bidang pertanian, menyampaikan bahwa pada saat ini petani harus tanggap dan mau melakukan ujicoba teknologi baru yang semakin berkembang untuk meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan petani. Pada acara tersebut semua petani peserta SLPHT diberikan sertifikat.
Rabu, 27 Juli 2011
STUDY BANDING TIM PENYULUH BPP NANGGULAN dan GAPOKTAN WIJI MANUNGGAL di LOKASI UJICOBA PADI HIBRIDA
Selasa 26 -07-2011 Tim Penyuluh BPP Nanggulan bersama dengan Kelompok tani se Desa Wijimulyo yang tergabung dalam GAPOKTAN WIJIMANUNGGAL mengadakan study banding pada lokasi ujicoba berbagai Varietas Padi Hibrida, termasuk didalamnya Mapan P 05, tepatnya di kelompok tani Sido Makmur, Pedukuhan Kintelan, Bambanglipuro, Bantul. Lokasi tersebut merupakan lahan ujicoba yang dilakukan oleh Balai Penelitian Tanaman Padi yang bekerja sama dengan kelompok tani Sido Makmur. Didalam ujicoba tersebut nantinya akan diambil varietas yang sesuai untuk pergiliran varietas selain IR 64 dan Ciherang. Dalam acara yang diprakarsai oleh Puji santoso dari Primasid , petani dipersilahkan untuk melihat secara langsung ujicoba tanaman padi sekaligus menyampaikan beberapa keterangan kaitanya dengan Varietas Hibrida MAPAN P05
Senin, 18 Juli 2011
MUSYAWARAH TATA TANAM TAHUN 2011/2012
Menindak lanjuti hasil koordinasi di Balai Penyuluhan Pertanian Nanggulan tentang Pola Tanam dan Tata Tanam pada tanggal 4 Juli 2011 yang lalu, maka Gabungan kelompok tani di masing-masing desa se kecamatan Nanggulan telah mengadakan musyawarah tata tanam. Adapun acara tersebut dihadiri dari unsur desa, pendamping teknis maupun aparat lainnya. Pertimbangan utama dalam musyawarah tata tanam tersebut, adanya serangan OPT yang cukup merugikan petani pada musim tanam lalu. Hasil musyawarah antara lain dapat disimpulkan ; Pola tanam Padi-Padi-Palawija. tata tanam dengan interval waktu maksimal 2 minggu, Pengolahan tanah dimulai minggu III Juli 2011, Sebar antara 1- 10 Agustus 2011. Varietas yang ditanam Ciherang dengan menerapkan teknologi PTT dengan pendampingan SLPTT di 63 kelompok tani.
Selasa, 05 Juli 2011
KOORDINASI PELAKSANAAN KEGIATAN SLPTT PADI TAHUN 2011
Dalam rangka mensukseskan program peningkatan produksi beras nasional, pada hari Senin, 4 Juli 2011 di BPP Nanggulan diadakan koordinasi pelaksanaan SL PTT padi tahun 2011. Hadir tim Penyuluh BPP Nanggulan, THL TBPP, Petugas P3D TPH, POPT Kec. Nanggulan dan seluruh Ketua/ pengurus kelompok tani pelaksana SL PTT serta mitra petani dari Primasid. Koordinasi dipandu oleh koordinator PPL BPP Kec Nanggulan . Dalam kesempatan tersebut disampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan SLPTT Padi tahun 2011. Pada acara tersebut mitra dari Primasid memberikan benih padi MAPAN P05 sebanyak 25 paket kepada beberapa kelompok tani untuk uji coba sebagai alternatif pergiliran varietas diwaktu yang mendatang. Selain itu juga dilakukan desiminasi teknologi sistem tabela dari Bayer.
Selasa, 28 Juni 2011
SEMINAR NASIONAL PENGENDALIAN DAN ERADIKASI ANTRAKS
Anthrax adalah penyakit yang bersifat akut dan perakut, menyebabkan kematian pada berbagai jenis hewan serta dapat menyerang manusia (zoonosis) disebabkan oleh Bacillus anthracis. Bakteri ini mempunyai spora dan kapsul, tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim, tumbuh optimal pada suhu 35-37°C, mati pada suhu 54°C (30 menit), peka terhadap antibiotika dan proses pembusukan. Anthrax berasal dari bahasa Yunani anthrakos yang berarti batubara. Kata tersebut digunakan karena ciri utama adanya luka yang ditengahnya hitam seperti batu bara.
Berita tentang anthrax kembali hangat setelah adanya sapi yang terdeteksi anthrax di Sragen (2010) dan Boyolali (Januari, Maret, April 2011). Manusia tertular anthrax karena mengiris-iris dan atau memakan daging sapi yang sakit anthrax. Masih menjadi kebiasaan di masyarakat apabila ada ternak yang sakit atau bahkan sudah mati dipotong untuk dikonsumsi. Semoga setelah beberapa contoh kasus di daerah dapat membuka mata masyarakat untuk lebih memperhatikan keamanan dan kehalalan daging yang akan dikonsumsi.
Jenis Hewan yang pernah terserang
v Ruminansia (sapi, kambing, domba,kerbau) sangat rentan
v Babi dan kuda sedang
v Karnivora kurang rentan
v Burung, kecuali burung UNTA (Ostrich) tidak rentan/resisten
v Tidak menyerang hewan berdarah dingin
· Gejala klinis pada sapi:
# demam/panas, suhu mencapai 42°C
# sapi gelisah, menanduk benda-benda keras
# paha gemetar, perut, pinggang
# puncak penyakit: keluar darah hitam pekat/menyerupai ter dari dubur, mulut, hidung
# kencing darah dan mati mendadak
· Kambing dan domba
# biasanya sangat cepat
# tiba-tiba berputar-putar, gigi gemeretak
# nafas berat, mati mendadak
# tinja dan kemih bercampur darah
· Babi dan Kuda
# biasanya demam, radang saluran nafas (paring)
# bengkak pada leher ke muka
# sulit makan dan bernafas
# mencret, muntah, mati lemas
· Pasca mati
Bangkai cepat membusuk, cepat bengkak, keluar darah hitam dari anus, hidung dan dubur, selaput lendir kebiruan, anus menyembul dan pendarahan. Limpa bengkak, berdarah dan berwarna hitam.
TERNAK YANG MENDERITA ANTHRAX SANGAT DIANJURKAN UNTUK TIDAK DISEMBELIH, KARENA BAKTERI ANTHRAX APABILA TERDEDAH UDARA AKAN MEMBENTUK SPORA YANG MENJADI SUMBER PENULARAN DAN BISA BERTAHAN 72 TAHUN PADA TANAH YANG TERKONTAMINASI
Anthrax pada manusia
v Bentuk kulit: melalui kontak kulit yang terluka dengan spora anthrax.
Menciri: bisul kemerahan, 2-3 hari membesar, pecah menjadi borok hitam dan kering. 95% kasus anthrax pada manusia adalah bentuk kulit.
Bentuk pernafasan; melalui terhirupnya spora antrax ke dalam saluran pernafasan. Masa inkubasi 1-2 hari, gejala seperti bronkhitis, 2-4 hari gangguan nafas berat, sangat fatal karena menyebabkan kematian.
v Bentuk pencernakan : memakan produk asal hewan/non hewani yang tercemar spora anthrax.Masa inkubasi 12-18 jam, mual muntah, sakit perut, tidak mau makan, konstipasi, diare kadang berdarah, demam.
Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencegah anthrax:
Ø Public awareness; masyarakat khususnya peternak harus sadar akan pentingnya hidup sehat, makan makanan sehat dan hidup berdampingan dengan ternak yang sehat. Apabila ternak menunjukkan gejala sakit, segera konsultasikan ke Dokter Hewan terdekat. Apabila perlu penting untuk melakukan pemeriksaan sampel darah pada ternak, mengingat kejadian anthrax di Sragen dan Boyolali tidak menunjukkan gejala spesifik anthrax.
Ø Lalu lintas ternak antar daerah harus disertai surat Keterangan Sehat dari Dokter Hewan setempat. Tidak memasukkan ternak dari daerah terserang anthrax ke daerah bebas anthrax sebelum ada keterangan bebas anthrax dari pemerintah daerah setempat.
Ø Vaksinasi rutin tiap tahun bagi daerah endemik anthrax
Ø Pengobatan terhadap hewan tersangka anthrax
Ø Pemusnahan hewan yang mati karena anthrax sesuai ketentuan.
Bangkai DILARANG KERAS disembelih/dibedah, bangkai dikubur pada kedalaman 2-3 meter, disiram minyak tanah dan dibakar bersama benda-benda disekitar, di taburi kapur, dikubur,tanah kuburan ditaburi kapur dan diberi tanda.
Ø Kandang permanen didesinfeksi menggunakan desinfektan (formalin), kandang dari bambu atau kayu dibakar.
Ø Kandang permanen didesinfeksi menggunakan desinfektan (formalin), kandang dari bambu atau kayu dibakar.
Sumber: Prof. Drh. R. Wasito ; Dr. drh. A.E.T.H. Wahyuni, M.Si ; Drs. Seno Samodro ; Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
Diadakan oleh Himpunan Study Satwa Produktif FKH UGM Minggu, 26 Juni 2011, Gedung Pertemuan Kantor Walikota YogyakartaJumat, 24 Juni 2011
PANEN RAYA PADI SISTEM "BAYER TABELA"
| Panen raya padi sistem "BAYER TABELA" |
Terkait dengan uji coba sistem bayer tabela yang telah dilakukan di kelompok tani Margo Rukun, Janti Kidul, Jatisarono, Nanggulan pada hari Kamis 23 Juni 2011 diadakan panen raya padi sistem "BAYER TABELA" sekaligus deseminasi teknologi kepada para pengurus kelompok tani se kecamatan Nanggulan. Panen tersebut dihadiri Ir. Maman Sugiri Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kulon Progo beserta staf, Ir. M. Aris N, MMA Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulon Progo, Camat Nanggulan beserta unsur Muspika, Kepala Desa se kecamatan Nanggulan, Tim Penyuluh dan THL TBPP BPP Nanggulan, Ir Hadi Susanto dari Bayer, perwakilan kelompok tani se kecamatan Nanggulan dan pengurus/ anggota kelompok tani Margo Rukun Janti XII, yang hadir sekitar 170 orang. Panen tersebut menghasilkan ubinan rata-rata 5,12 kg setara dengan 8.192 Kg/ Ha GKP. Dalam sambutannya, Camat Nanggulan mengucapkan terima kasih pada Bayer Tabela atas kerjasama dengan kelompok tani pada musim tanam ini, dan diharapkan adanya demplot di kelompok tani lainnya. Ir. Aris N mengucapkan terima kasih kepada petani yang mau menjadi pioner sebagai pelaku pengembangan inovasi teknologi dengan berbagai kelebihan, seperti efisiensi tenaga kerja, waktu, air dan benih. Perlu pula diuji diberbagai lokasi , sehingga diketahui kecocokan pada lokasi setempat. Sementara itu Ir. Maman Sugiri menyampaikan apresiasi yang besar kepada crew bayer tabela, tim penyuluh BPP Nanggulan yang telah membantu meningkatkan pengetahuan petani untuk meningkatkan hasil sehingga diharapkan program pemerintah pada tahun 2015 terjadi surplus beras sebesar 10.000 ton dapat terwujud. Lebih lanjut pada kelompok tani diharapkan siap mengadopsi teknologi baru yang cocok / spesifik lokalita. Dalam kesempatan tersebut Ir. Hadi susanto perwakilan dari bayer menyampaikan SOP teknologi budidaya padi bayer tabela, beberapa produk pendukungnya serta mengharapkan ditiap - tiap kelompok tani di wilayah kecamatan Nanggulan dapat mencoba teknologi tersebut. Sementara dari diskusi, diketahui respon petani sangat tinggi dan mengharapkan adanya kerja sama lebih lanjut antara Bayer Tabela dengan kelompok tani di Nanggulan.
Langganan:
Postingan (Atom)



