Selamat Datang di website Balai Penyuluhan Pertanian Kapanewon Nanggulan Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta.....................

Kamis, 16 Juni 2022

Terjung payung TNI-AD


Kegiatan terjun payung TNI-AD dalam rangka Lat Jungar (Latihan Terjun Penyegaran). yang diselenggarakan oleh Pusat Pembekalan Angkatan TNI-AD, Batalyon Pembekalan Angkatan-/PERBEKUD di objek Wisata Pronosutan, Kapanewon Nanggulan.
Masyarakat sangat antusias menyaksikan kegiatan terjun payung ini. Langit yang cerah serta areal persawahan yang luas menambah daya tarik bagi masyarakat untuk menyaksikan. Saat para penerjun keluar dari pesawat, berayun-ayun di langit, ataupun saat para penerjun mendarat, mereka yang menonton bersorak dan bertepuk tangan. Tidak sedikit masyarakat yang berfoto dengan para penerjun.

Pelatihan Tematik






Pelatihan Tematik Inovasi Teknologi Pertanian Ramah Lingkungan dan Pengendalian PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada hewan ternak. Pelatihan ini diharapkan bisa membantu memecahkan masalah yang saat ini sedang dihadapi oleh pelaku utama pertanian. Pada kesempatan ini hadir bpk Kabid Kesehatan hewan drh. Sudarmanto, Panewu Kapanewon Nanggulan, Kapolsek,dan dari Koramil sebagai mitra serta sinergitas BPP Nanggulan. Peserta pelatihan ini di ikuti oleh 35 peserta, yang terdiri dari perwakilan Kelompok Tani Dewasa, Kelompok Wanita Tani dan Kelompok Peternak se-Kapanewon Nanggulan. Materi disampaikan oleh Kabid Kesehatan Hewan mengenai pengendalian PMK, dan Pembuatan Agen Hayati serta proses pembuatan Pupuk Organik sebagai media pertanian yang ramah lingkungan oleh POPT Kapanewon Nanggulan. Peserta antusias mengikuti paparan materi yang disampaikan oleh narasumber dibuktikan dengan banyaknya peserta yang berdiskusi menayakan hal yang kurang di pahami oleh peserta.


Rabu, 06 April 2022

GERDAL OPT PADI DENGAN APH KT MANUNGGAL KARYA, KLAJURAN, TANJUNGHARJO, NANGGULAN

Gerakan pengendalian (Gerdal) preventif Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tanaman padi pada hari Kamis, 31 Maret 2022 di KT Manunggal Karya Klajuran, Tanjungharjo, Nanggulan dengan menggunakan APH (Agens Pengendalian Hayati) berupa Beauveria bassiana, PGPR dan Paenibacillus. Gerdal dihadiri oleh Koordinator POTP Kabupaten Kulon Progo, Tim dari BPP dan POPT Nanggulan. Gerdal  dilaksanakan untuk pengendalian preventif OPT penggerak batang padi, BLB dan WBC. Gerdal melibatkan \Regu Perlindungan Tanaman (RPT) Binangun yang sangat membantu dalam perlindungan tanaman di Kab Kulon Progo. APH sudah familier digunakan untuk pengendalian OPT di Nanggulan sebagai kecamatan PHT yang sudah dicanangkan sejak tahun 2013 lalu. APH ramah lingkungan mengendalikan sejak dini  hama dan penyakit tanaman padi yang sangat baik diberikan secara kontinyu 2 pekan sekali. APH sudah diproduksi oleh kelompok tani atau PPAH di lingkungan kapanewon Nanggulan.





Kamis, 17 Maret 2022

Validasi Verifikasi Kelas Kelompok DIY Tahun 2022 BPP Nanggulan, Kulon Progo






    Validasi Verifikasi Penilaian Kelas Kelompok DIY Tahun 2022 bertempat di BPP Nanggulan. Dihadiri 24 kelompok yang terdiri dari Kelompok Tani, Kelompok Ternak, dan KWT se-Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo. Kelas Kelompok yang dinilai antara lain Tingkat Pemula 3 kelompok, Lanjut 6 kelompok, Madya 12 kelompok, dan Utama 3 kelompok. 
    Kegiatan ini juga dihadiri Ibu Ir. Rinanti Chandra Rukmi, M.Si dari Bidang Pangan dan Penyuluhan (Pangluh) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo serta dari BPSDMP DIY yaitu Bpk Sarija, SP selaku Koordinator Penyuluh DIY, Bpk Dian Bagus Darmawan, STP M.Eng, Ibu Dian Purwanti, SP, dan Ibu Sri Biastuti, SP.
    Adapun aspek penilaian kelompok tani antara lain kemampuan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan kegiatan, melakukan pengendalian dan pelaporan, dan mengembangkan kepemimpinan kelompok tani. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kelompok tani dari berbagai aspek, sebagai dasar pemilihan metode/strategi pembinaan kelompok tani sesuai kelas kemampuannya, perumusan kebijakan dan strategi pemberdayaan petani, meningkatkan kinerja penyuluh pertanian dalam pengawalan dan pendampingan kelompok tani.
    Dari hasil evaluasi dari BPSDMP dari 24 kelompok yang dinilai sebagian besar sudah baik sudah sesuai dengan kelas kelompoknya, dan 1 kelompok bisa naik dari kelas saat ini. Kurangnya aspek pemasaran/bisnis lewat Teknologi Informasi, kurangnya minat generasi muda/regenerasi dalam bidang pertanian, perlu adanya pembagian pengurus antara kelompok tani dan kelompok ternak dalam satu kawasan menjadi penghambat kemajuan dari para kelompok ini. Perlu adanya usaha yang lebih, dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut.

Rakor Penyusunan RDK/RDKK Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo


    


Penyusunan RDK (Rencana Definitif Kelompok) / RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) Kelompok Tani se-Kapanewon Nanggulan merupakan rencana kebutuhan kelompok yang disusun berdasarkan musyawarah anggota meliputi kebutuhan benih, pupuk, alat, dan mesin pertanian serta modal kerja yang dibutuhkan petani. Pelaksanaan penyusunan dilakukan secara bersama-sama didampingi oleh semua penyuluh dan POPT yang ada di BPP Nanggulan selama 3 hari mulai tanggal 07 sampai dengan 09 Maret 2022, dengan jumlah kelompok se-Kapanewon Nanggulan sebanyak 108 kelompok yang terdiri dari Kelompok Tani Tanaman Pangan, Kelompok Ternak, Kelompok Tani Perkebunan, dan Kelompok Wanita Tani (KWT).
    Dari 108 kelompok hampir semua hadir bersama-sama menyusun RDK/RDK. Kegiatan ini diharapkan merupakan rencana yang dimusyawarahkan dalam kelompok dan dituangkan kedalam blanko RDK/RDKK. Agar di tahun 2023 kebutuhan kelompok dapat terakomodir di semua instansi yang terkait.
Tujuan penyusunan RDK/RDKK adalah meningkatkan peran para kelompok tani dalam menyusun rencana kegiatan usaha tani berkelompok, meningkatkan peran penyuluh pertanian dalam memimbing kelompok tani dalam menyusun rencana kegiatan usaha tani berkelompok.

Senin, 07 Maret 2022

PEMBUKAAN PASAR TANI KWT KALURAHAN TANJUNGHARJO, NANGGULAN, KULON PROGO






Minggu, 06 Maret 2022 bertempat di Balai Kalurahan Tanjungharjo berlangsung acara Pasar Tani se-Kalurahan Tanjungharjo, Nanggulan. 

Acara diawali dengan pemotongan tumpeng oleh pihak Kalurahan Tanjungharjo ke perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai wujud rasa syukur telah terlaksananya Pasar Tani di Balai Kalurahan Tanjungharjo sekaligus sebagai rasa syukur telah diberi tenda untuk Kegiatan Pasar Tani dari Bidang Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo. Selain Pasar Tani juga dilaksanakan acara Senam Pagi. 

Pasar Tani ini pertama kali diadakan di Balai Kalurahan Tanjungharjo, Nanggulan  dengan melibatkan 8 KWT antara lain KWT Turus Lestari, Turus; KWT Ngudi Makmur, Klajuran; KWT Sido Asri, Klampis; KWT Mekar Lestari, Sadang; KWT Campur Sari, Kemukus; KWT Ngudi Mulyo, Tanjunggunung; KWT Ngudi Rejeki, Tanggulangin; dan KWT Mulya Tani, Dengok. Setiap KWT menampilkan berbagai sayuran segar, berbagai olahan pangan yang berasal dari hasil pertanian maupun peternakan.

Adanya Pasar Tani ini diharapkan hasil pertanaman yang berada di demplot dan pekarangan anggota KWT dapat termanfaatkan, mendukung pangan keluarga, meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar, meningkatkan kreatifitas dalam pengolahan hasil pertanian dan peternakan, dan mendukung Program Bela Beli Produk Kulon Progo.

Pasar Tani ini didampingi oleh Para Petugas Penyuluh Pertanian dari BPP Nanggulan, didukung dari Pemerintah Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan, serta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo. Hal ini penting dalam keberlangsungan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) selanjutnya.


Minggu, 06 Maret 2022

GERTAM REFUGIA OLEH KELOMPOK PETANI PEMANDU TANJUNGHARJO, NANGGULAN, KULON PROGO





Jumat, 18 Februari 2022
Gerakan Tanam Tanaman Refugia dilaksanakan di areal Sawah Gede, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo. Kegiatan ini dilakukan oleh Kelompok Petani Pemandu Tanjungharjo didampingi oleh Tim dari BPP Nanggulan, Kulon Progo. 
Tanaman refugia yang ditanam antara lain bunga kenikir (Cosmos caudatus), bunga kertas (Zinnia ellegans), dan bunga selfia.
Selain memperindah areal persawahan, tanaman refugia juga berfungsi sebagai microhabitat dari serangga musuh alami dan penarik hama tanaman. Sehingga diharapkan tanaman padi dapat terhindar dari serangan hama.
Dukungan dari semua pihak sangat diharapkan, antara lain dengan tidak mencabut, tidak merusak tanaman-tanaman refugia yang ditanam, mensosialisasikan manfaat dari tanaman refugia. 
Pelihara, dan Jaga Refugia Demi Hasil Tanaman Yang Optimal.