Selamat Datang di website Balai Penyuluhan Pertanian Kapanewon Nanggulan Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta.....................

Senin, 12 September 2022

GERAKAN PENYEMPROTAN PUPUK HAYATI CAIR EXTRAGEN DI BULAK WETAN KLAJURAN, TANJUNGHARJO

           Menindaklanjuti kegiatan Droping tanggal 01 September 2022 dan Sosialisasi Bantuan Pupuk Hayati Cair (PHC) ExtraGEN tanggal 06 September 2022 di Kelompok Tani se-Kapanewon Nanggulan, untuk pertama kalinya diadakanlah Gerakan Penyemprotan PHC ExtraGEN di Kelompok Tani (KT) Manunggal Karya, Padukuhan Klajuran, Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo.
           Dalam kesempatan itu gerakan penyemprotan dilakukan di Bulak Wetan Klajuran. Di awal Musim Tanam I ini penyemprotan dilakukan pada lahan persawahan yang sudah digarap/sudah olah tanah dan di persemaian tanaman padi. Petani-petani yang melaksanakan penyemprotan kurang lebih 11 orang, yang kesemuanya berasal dari anggota KT Manunggal Karya.
           Bantuan PHC ExtraGEN ini merupakan Bantuan dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo. Untuk distribusi, Kapanewon Nanggulan terbanyak dan terluas se-Kabupaten Kulon Progo. PHC ExtraGEN diberikan kepada 69 Kelompok Tani, dengan luas lahan 650 Ha dan 1950 Ltr /Kg PHC. 
          PHC ExtraGEN ini bukan PHC baru di Kapanewon Nanggulan, sebelumnya Bantuan PHC ini telah terdistribusi untuk tanaman kedelai dengan hasil panen yang baik. Harapan yang sama untuk tanaman padi juga akan mendapatkan hasil panen yang meningkat dari hasil panen sebelumnya.
          Adapun fungsi PHC ExtraGEN antara lain dapat memperbaiki tanah agar sehat kembali, meningkatkan produktivitas hasil panen, menjadi salah satu solusi keterbatasan pupuk bersubsidi. PHC ini selain digunakan pada tanaman juga dapat digunakan pada ternak, yaitu untuk membantu penyerapan makanan dan melancarkan pencernaan.



Rabu, 24 Agustus 2022

SOSIALISASI DAN PERSIAPAN PPHT PADI

Kegiatan Sosialisasi dan Persiapan PPHT (Penerapan Pengendalian Hama Terpadu) diadakan di Kelompok Tani STP Margo Rukun Kemukus, Tanjungharjo, Nanggulan. Acara tersebut dihadiri dari Kapanewon Nanggulan, Kalurahan Tanjungharjo, BPP Nanggulan, UPTD BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Yogyakarta. Peserta sosialisasi berjumlah 15 orang dari Kelompok Tani STP Margo Rukun Kemukus, Tanjungharjo, Nanggulan. Kegiatan PPHT ini merupakan kelanjutan dari kegiatan SL PHT (Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu) yang telah dilakukan tahun 2010 dan lebih ke penerapan langsung di lapangan.
Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini adalah agar dapat meningkatkan target produksi dari tahun sebelumnya, pengendalian hama yang ramah lingkungan. Prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) antara lain Budidaya Tanaman Sehat, pelestarian/pemanfaatan musuh alami, pengamatan/monitoring terpadu, dan petani ahli PHT.
Bantuan yang diberikan antara lain pupuk organik padat, bahan dan alat agensia hayati, dan benih refugia. Dalam kegiatan PPHT tersebuat akan dilakukan 10 kali pertemuan mulai dari sosialisasi persiapan, pengendalian hama tikus, pengendalian di persemaian, sampai dengan pertemuan temu lapang panen. Luas lahan yang digunakan adalah 25 ha dibagi dalam 5 blok  yaitu Blok Utara/Bulak Pencar, Blok Selatan/Bulak Gandri, Blok Barat/Bulak Ngripung, Blok Timur, dan Blok Tengah. Dimana masing-masing blok terdapat petani pengamat yang bertugas mengamati agroekosistem pertumbuhan perkembangan hama penyakit padi. 
Hasil kesepakatan antara lain pertemuan diadakan setiap hari Kamis mulai dari jam 08.00 sampai selesai, peserta tidak boleh ganti agar pengetahuan yang didapat tidak terputus, pertemuan kedua sekaligus gerakan pengendalian tikus akan diadakan tanggal 01 September 2022 dengan dibantu masyarakat sekitar, pertemuan ketiga dan selanjutnya akan diadakan tanggal 22 September 2022, tanggal 06, 13, 20, 27 Oktober 2022, tanggal 03, 17 November 2022, dan tanggal 15, 29 Desember 2022. 
Setelah kegiatan ini diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang diberikan dan dapat menyebarluaskannya kepada petani-petani lainnya.






Pemerintah Kalurahan Tanjungharjo bekerjasama dengan BPP Nanggulan mengadakan Pelatihan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berada di Wilayah Kalurahan Tanjungharjo, Nanggulan. Pada tanggal 19-20 Juli 2022, pelatihan dilaksanakan di KWT Mekar Lestari, Sadang, Tanjungharjo, Nanggulan, KWT Mulya Tani, Dengok, Tanjungharjo, Nanggulan, dan KWT Ngudi Rejeki, Tanggulangin, Tanjungharjo, Nanggulan. Materi  yang disampaikan yaitu tentang pemberdayaan kelompok melalui penanaman sayuran mulai dari proses pembuatan media tanam, penyemaian benih, penanaman bibit sampai dengan pengenalan hama-hama penyakit tanaman. Pelatihan ini didukung oleh Dana Keistimewaan Yogyakarta.




Rabu, 10 Agustus 2022

PULUHAN TRAKTOR DI GERAKAN PERCEPATAN OLAH TANAH MT 1

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Selasa tanggal 09 Agustus 2022 melakukan Gerakan Percepatan Olah Tanah Musim Tanam I (MT I) di Bulak Pronosutan, Kembang, Nanggulan. Termasuk wilayah binaan BPP Nanggulan. Pada kesempatan itu dihadiri Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kapanewon Nanggulan, Kalurahan Kembang, Kalurahan Pendoworejo, BPP Nanggulan, Polsek Nanggulan, Koramil Nanggulan, Ketua Gapoktan Maju Mulyo Makmur, Ketua GP3A Kalibawang II, Operator Traktor, Pengamat Kalibawang Hulu, Kelompok Tani Lokasi Lahan, Ketua P3A Tani Rukun, P3A Tani Makmur, P3A Tani Maju, P3A Tani Jaya, P3A Tani Rejo, P3A Tani Mulyo, Forkompinkab.



Pelaksanaan Tata Tanam hanya dilakukan di Kulon Progo. Perbedaan saat tanam menyebabkan adanya serangan hama yang berpindah-pindah dan tidak terkendali, produksi tidak optimal. Maka dari itu disepakati adanya tata tanam dan pola tanam (Padi Padi Palawija).

Lahan Kapanewon Nanggulan termasuk Musim Tanam I (MT I) Golongan I yang mendapat pengairan utama dari Kalibawang mulai tanggal 1 Agustus 2022. Wilayah Pronosutan mendapat pengairan pertama kali, diharapkan segera olah tanah agar wilayah lain mendapatkan pengairan juga, seperti wilayah Pendoworejo, Girimulyo yang berbatasan langsung sampai ke wilayah Sindutan, Temon, Kulon Progo.



Bapak Kadis Pertanian dan Pangan Kulon Progo berharap para petani tertib dalam tata tanam dan pola tanam tersebut, jangan mengalihfungsikan lahan pertanian, Pronosutan sebagai ubudnya Nanggulan diharapkan dapat dikelola untuk wisata, Musim Tanam III (MT III) agar tidak menanam kentang tetapi semangka, melon dsb.

Selain itu Bapak Kadis menginformasikan tentang alokasi pupuk, mulai tanggal 20 Juli 2022 pupuk subsidi hanya 2 jenis yaitu Urea dan NPK Ponska, dikarenakan keuangan pemerintah yang terbatas.  Untuk penebusan solar, surat rekomendasi berasal dari Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo.



Setelah itu dilakukan Gerakan Olah Tanah oleh 16 Operator Traktor. Para operator traktor bersama-sama mengolah tanah di lahan yang telah dipersiapkan. Acara tersebut sebagai titik awal mulainya olah tanah dan dapat diikuti wilayah Nanggulan lainnya.

Sabtu, 23 Juli 2022

Pelatihan KWT di Kalurahan Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo

  






           Pemerintah Kalurahan Tanjungharjo Kapanewon Nanggulan bekerjasama dengan BPP Nanggulan mengadakan Pelatihan di 3 Kelompok Wanita Tani (KWT) antara lain KWT Mekar Lestari, Sadang; KWT Mulyo Tani, Dengok; dan KWT Ngudi Rejeki, Tanggulangin. Ketiga KWT tersebut berada di Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan. Pelatihan tersebut mengusung tema Pemberdayaan Kelompok melalui penanaman sayuran. Kegiatan ini didukung oleh Dana Keistimewaan TA 2022.
          Untuk tanggal 20-21 Juli 2022, kegiatan Pelatihan diadakan di KWT Mekar Lestari, Sadang, Tanjungharjo, Nanggulan. Selain materi, dilakukan praktek langsung di demplot KWT mulai dari penyemaian benih, pembuatan media tanam, pengolahan tanah, sampai ke penanaman di polybag.
Setelah dilaksanakannya pelatihan, diharapkan KWT dapat memperoleh ilmu dan dapat mengaplikasikan secara langsung baik di demplot KWT maupun di pekarangan anggota KWT.  

Selasa, 19 Juli 2022

TRADISI WIWITAN PANEN PADI DI LOKASI CETAK SAWAH BARU


Tradisi Wiwitan Panen Padi Kelompok Tani Subur di Lokasi Cetak Sawah Baru Sambiroto, Banyuroto, Nanggulan dilaksanakan Senin tanggal 18 Juli 2022. Hadir dalam acara tersebut Bapak Upiyo Al Hasan anggota DPRD dari Fraksi PAN, Kadinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo beserta jajarannya, Kadinas PU Kulon Progo, Panewu Nanggulan, Kapolsek Nanggulan, Danramil Nanggulan, Lurah Banyuroto dan jajarannya, BPP Nanggulan, Koordinator Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Kulon Progo, dr. Yanri Wijayanti Subronto, P.hD, SpPD, KPTI, FINASIM selaku pemilik Grha Sambiroto Aloe-Ku, Ketua Kelompok Tani se-Kalurahan Banyuroto serta warga masyarakat sekitar dusun Sambiroto, Banyuroto, Nanggulan. Kegiatan ini dibiayai dengan Dana Keistimewaan TA 2022.

Acara diawali dengan arak-arakan tumpeng dari Graha Sambiroto menuju lokasi Panen, dilanjutkan dengan acara wiwitan, kemudian potong tumpeng dan acara panen secara simbolis oleh DPRD Kulon Progo, Dipertapa Kulon Progo, Dinas PU Kulon Progo, Panewu Nanggulan, Kapolsek Nanggulan, Danramil Nanggulan, BPP Nanggulan, Lurah Banyuroto, Dukuh Sambiroto. Setelah itu dilanjutkan acara ramah tamah di Grha Sambiroto.

Dalam laporannya Ketua Kelompok Tani Subur menyampaikan bahwa Kelompok mendapat Kegiatan Cetak Sawah Baru pada bulan Juli sampai Oktober 2021 dengan luas 21 Ha, dibiayai dengan Dana APBD Kabupaten Kulon Progo TA 2021. Sampai dengan tahun 2022 baru 11 Ha lahan yang sudah bisa ditanami padi, sedangkan 10 Ha lagi belum bisa ditanami padi dikarenakan air belum bisa mencukupi. Tetapi di 10 Ha tersebut sudah ditanami jagung, kacang hijau, benguk, singkong, nggarut, dan pepaya. Kelompok berharap dapat diberikan bantuan berupa cultivator/cakar baja di lahan-lahan yang sempit seperti lahan terasering, serta alat threser sebagai alat pasca panen.

Hasil ubinan MT 1 tanggal 29 Maret 2022 di 3 titik diperoleh rata-rata 7,3 ton/Ha. Sedangkan pada MT 2 tanggal 17 Juli 2022 di 3 titik diperoleh rata-rata  6,7 ton/Ha. Kedua hasil ubinan tersebut menggunakan Varietas Menor, dengan jarak tanam 22 cm dan legowo 4.

Dalam sambutannya Kadinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Ir. Muh. Aris Nugroho, MMA mengapresiasi terlaksananya Kegiatan Wiwitan ini yang melibatkan lintas sektor. Kedepannya beliau mengharapkan supaya lebih banyak menggunakan Pupuk Organik, sehingga tanah semakin subur dan hasil panen yang lebih baik. Beliau juga mengapresiasi hasil ubinan padi Menor di Kelompok Tani Subur yang hasil ubinannya sudah melebihi hasil Ubinan Kabupaten yang rata-rata 6,5 ton/Ha.

Acara diakhiri dengan pementasan Tari Angguk Mekar Sejati.

Selasa, 12 Juli 2022

Rapat Koordinasi Pemantauan Hewan Qurban Kapanewon Nanggulan dan Girimulyo


Rapat Koordinasi diadakan di BPP Girimulyo, dihadiri dari Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Puskeswan Nanggulan, Puskeswan Girimulyo, BPP Nanggulan, BPP Girimulyo, para Kamituwo/Kesra se-Kapanewon Nanggulan dan Girimulyo.
Dalam rapat tersebut dijelaskan tentang SE Bupati tentang penyembelihan hewan qurban, alur pengajuan surat rekomendasi tempat pemotongan dan rekomendasi tempat penjualan hewan qurban.
Selama wabah PMK tata cara penyembelihan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, antara lain :
- Ternak yang disembelih harus ternak yang sehat/tidak sakit
- Ternak dari luar Kulon Progo harus disertai SKKH (Surat 
   Keterangan Kesehatan Hewan)
- Pengajuan surat Rekomendasi lewat Dinas Pertanian dan Pangan 
   Kab Kulon Progo/Puskeswan setempat secara kolektif/offline
- Ternak diistirahatkan di penjual/pedagang dan ada di tempat   
   penyembelihan sesaat sebelum waktu penyembelihan
- Tempat penyembelihan hewan qurban harus menyediakan 
   fasilitas perebusan

jeroan dan tulang
- Orang yang menangani daging, jeroan, dan tulang harus berbeda
- Petugas datang dan pulang dalam keadaan bersih dengan mandi, 
  ganti dan cuci pakaian dengan detergen
- Desinfeksi lingkungan masjid dan peralatan-peralatan 
- Menggunakan alas plastik, bukan daun pisang atau sejenisnya 
  dan dibersihkan dengan cairan desinfektan seperti byclin atau   
  dibakar
- Dilarang mencuci jeroan di sungai/semprot dengan air dan 
  masukkan ke dalam lubang setelah selesai ditutup dan   
  didesinfeksi