Rabu, 18 Agustus 2010

SL-PTT Padi ( Ringkasan Materi )


  • Persiapan Lahan : pengolahan tanah secara sempurna 
    1. Sebarkan bahan organik dan benamkan gulma : efisiensi penggunaan pupuk organik sekitar 30 %
    2. Bajak menggunakan traktor, ternak, atau cangkul
    3. Setelah lahan digenangi dan tanah lunak, jadikan melumpur
    4. Ratakan lahan
    5. Gali saluran di pinggir untuk drainase 
  • Seleksi benih :
    1. Buat larutan garam dengan perbandingan air : 5 liter + garam : 600 gram
    2. Uji larutan dengan telur fertil sampai melayang / terapung
    3. Masukkan benih ke dalam larutan, kemudian diaduk
    4. Benih yang melayang / terapung dibuang
    5. Benih yang bernas (tenggelam) dicuci, kemudian masukkan ke dalam karung
    6. Rendam benih selam sehari semalam
    7. Tiriskan benih dalam tempat lembab
    8. Benih siap disemaikan
  • Persemaian :
    1. Buat bedengan persemaian dengan lebar 1 - 1,5 m panjang disesuaikan dengan lahan
    2. Untuk luas tanam 1000 m2 diperlukan luas persemaian 40-50 m2, benih 2-2,5 kg
    3. Campurkan setiap meter persegi bedengan dengan 2 kg bahan organik seperti kompos, pupuk kandang, pupuk daun, dan abu untuk memudahkan pencabutan bibit
    4. Sebarkan bibit padi merata ke semua bedengan
    5. Lokasi persemaian dengan dengan sumber air dan memiliki drainase yang baik
    6. Lindungi bibit dari serangan hama
  • Tanam :
    1. Tanam bibit umur muda : < 17 hari
    2. Jumlah bibit 1-3 batang/lubang, kedalaman 1-2 cm, dengan sistem jajar legowo 2, 4, atau 6
    3. Gunakan jarak tanam minimal 20 x 20 cm
  • Pemupukan (rekomendasi umum) : dosis pupuk tiap luas 1000 m2
    • Pupuk Dasar : sebelum / saat tanam
      1. Pupuk organik   : 100 - 200 kg
      2. Pupuk Phonska : 15 kg
    • Susulan I : 20 hari setelah tanam
      1. Pupuk Phonska : 15 kg
      2. Pupuk Urea      :  5 kg
    • Susulan II : 35 hari setelah tanam
      1. Pupuk Urea      : 5 kg
      • Pengairan :
        1. Lakukan pergiliran air berselang 4 hari basah 3 hari kering dari fase tanam sampai fase anakan maksimal (50 hari setelah tanam)
        2. Mulai fase pembentukan malai sampai pengisian biji, petakan sawah digenangi terus (50-85 hari setelah tanam)
        3. 10 - 15 hari sebelum panen, sawah dikeringkan
      • Penyiangan :
        1. Gulma dikendalikan mulai dengan pengolahan tanah,  mengatur air dipetakan sawah, menggunakan pupuk kompos
        2. Pengendalian dengan cara mekanis seperti gosrok dan tangan sangat dianjurkan
        3. Menggunakan herbisida apabila intensitas gulma sudah tinggi
      • Pengendalian Hama Penyakit : PHT
        1. Pengamatan / monitoring populasi hama dan kerusakan tanaman secara rutin
        2. Pengendalian hama dan penyakit memperhitungkan faktor ekologi
      • Penanganan Panen dan Pasca Panen :
        1. Panen tepat waktu, jangan terlalu muda tapi juga jangan terlalu tua
        2. Potong padi dengan sabit bergerigi
        3. Perontokan dengan threser dialasi terpal
        4. Gabah dibersihkan, lalu jemur dengan alas terpal sampai kering
        5. Kemas gabah dengan karung, simpan di dalam gudang yang bebas hama serta sirkulasi udara yang baik.
      Dari berbagai sumber

      Tidak ada komentar:

      Poskan Komentar