Selamat Datang di website Balai Penyuluhan Pertanian Kapanewon Nanggulan Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta.....................

Rabu, 18 Agustus 2010

Starter Kompos dari Mikroorganisme Lokal


Bahan :
  1. Buah pisang, buah nanas, bawang merah, tempe
  2. Gula pasir / tetes tebu
  3. Air matang yang sudah dingin
  4. Terpal
 Alat :
  1. Botol air mineral 1,5 liter + tutup sebanyak 4 buah
  2. Pisau
  3. Sendok teh
  4. Sendok makan
  5. Gembor 10 literan
Cara Pembuatan Starter ( 1 botol untuk 1 jenis bahan) :
  1. Buah pisang diiris tipis
  2. Irisan buah pisang dimasukkan ke dalam botol mineral 1/2 - 2/3 bagian
  3. Tambahkan air matang sampai hampir penuh
  4. Tambahkan gula pasir / tetes tebu 3-5 sendok teh
  5. Tutup rapat dan simpan selama 24 jam
  6. Setelah 24 jam, buka tutup botol, apabila keluar gas berarti mikroorganisme sudah tumbuh dan aktif
  7. Botol ditutup agak longgar, lalu diperam selama 5 - 7 hari
  8. Siap untuk diaplikasikan.
  9. Lakukan hal yang sama untuk bahan lain ( 1 botol untuk 1 jenis bahan ).
Cara Pembuatan kompos ( 4 botol starter untuk 200 kg bahan organik) :
  1. Keempat botol dituangkan ke dalam ember
  2. Tambahkan air bersih 15 - 20 liter, tambahkan gula pasir / tetes 10 sendok makan kemudian diaduk sampai rata
  3. Bahan organik disusun setebal 20 cm, siram dengan larutan starter
  4. Buat lapisan kedua dengan ketebalan 20 cm, siram dengan larutan starter
  5. Buat lapisan ke-3, ke-4, dan ke-5 seperti langkah di atas
  6. Tutup dengan terpal
  7. Hari ke-7 terpal dibuka, kemudian kompos diaduk, kemudian sore ditutup lagi
  8. Hari ke-14 terpal dibuka, kemudian kompos diaduk, kemudian sore ditutup lagi
  9. Hari ke-21 terpal dibuka, kemudian kompos diaduk, kemudian sore ditutup lagi
  10. Hari ke-28 kompos dibuka, diadul, diangin-anginkan, siap digunakan sebagai pupuk organik
  11. Selamat mencoba...
Download artikel ini...

    Proses Pembuatan pupuk organik


    • Alat :
      1. Cangkul / sekop
      2. Garpu
      3. Gembor
    • Bahan :
      1. Kotoran sapi / kambing / ayam
      2. Dedak / bekatul 2 kg
      3. Dekomposer
    • Cara Kerja :
      • Persiapan tempat : cari tempat yang ternaungi, luas pembuatan 1 x 2 m tergantung kecukupan tempat
      • Persiapan Bahan : kondisikan kotoran ternak mencapai kadar air 60 - 70 % (magel) dengan ciri apabila dikepal bisa 'kempel' tapi air tidak menetes. Apabila terlalu kering ditambahkan air dan apabila terlalu basah ditambahkan kotoran ternak yang kering.
      •  Pembuatan larutan dekomposer : campurkan 10 liter air dengan SuperFarm dekomposer, aduk sampai rata, kemudian masukkan larutan ke dalam gembor. Tiap gembor untuk tiap satu lapisan.
      • Buat lapisan I dengan ketebalan 20 cm, siram dengan larutan dekomposer, ratakan dengan garpu
      • Buat lapisan II (sap ke-2) berada di atas lapisan I dengan ketebalan 20 cm, siram dengan larutan dekomposer, ratakan dengan garpu
      • Buat lapisan III, IV, sama seperti langkah di atas
      • Buat lapisan V (terakhir) dengan ketebalan 20 cm, taburkan dedak (bekatul), kemudian siram dengan larutan dekomposer, kemudian ditutup rapat dengan terpal, diperam selama 2 hari
      • Pada hari ke-3 pagi, buka tutup terpal, gejros-gejros tumpukan kompos menggunakan kayu/tugal sampai dasar, kemudian pada sore harinya tumpukan kompos ditutup lagi dengan terpal
      • Pada hari ke-5 pagi, buka tutup terpal, gejros-gejros tumpukan kompos menggunakan kayu/tugal sampai dasar, kemudian pada sore harinya tumpukan kompos ditutup lagi dengan terpal
      • Pada hari ke-7, buka tutup terpal, tumpukan kompos dibongkar, diangin-anginkan
      • Pupuk kompos siap untuk digunakan
      • Selamat mencoba ....

    Download materi ini...

      Teknologi Tanaman Pangan dan Hortikultura

      A. Teknologi Budidaya Tanaman Pangan : 
      1.  Proses Pembuatan Pupuk Organik
      2.  Sarter Kompos dari Mikroorganisme Lokal
      3.  SL-PTT Padi (Ringkasan Materi)
      4.  Pemupukan Padi Spesifik Lokasi (PuPS) 
      5.  Masalah Lapang Hama Penyakit dan Hara Padi
      6.  Bagan Warna Daun (BWD)
      7.  Tikus Sawah dan Cara Pengendaliannya
      8.  Budidaya jagung
      9.  Budidaya kacang tanah 
      10.  Budidaya kedelai
      11.  Budidaya padi
      12.  Budidaya ubi kayu
      13.  Budidaya talas
      14.  Budidaya ubi jalar
      15.  Pedoman teknis pengembangan SRI tahun 2010
      16.  Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Kacang-kacangan dan Umbi-umbian tahun 2010
      17.  Pedoman Pelaksanaan SL PTT Padi, Jagung, Kedelai, dan kacang tanah tahun 2010
      18.  Budidaya sorgum
      19.  Petunjuk Lapang PTT Padi Sawah
      20. 17 Resep Biopestisida Nabati

      B. Budidaya Tanaman Secara Organik :
      1. GAB Budidaya Tanaman Secara Organik
      2.  
        C. Teknologi Budidaya Tanaman Buah :
        1. Budidaya tanaman buah alpukat
        2. Budidaya tanaman buah belimbing
        3. Budidaya tanaman buah duku
        4. Budidaya tanaman buah durian
        5. Budidaya tanaman buah jambu air
        6. Budidaya tanaman buah jeruk
        7. Budidaya tanaman buah mangga
        8. Budidaya tanaman buah melon
        9. Budidaya tanaman buah nangka
        10. Budidaya tanaman buah pepaya
        11. Budidaya tanaman buah pisang
        12. Budidaya tanaman buah rambutan
        13. Budidaya tanaman buah salak
        14. Budidaya tanaman buah semangka
        15. SOP semangka berbiji lahan sawah kabupaten Kulon Progo 
        16.  
            D. Teknologi Budidaya Tanaman Sayur :
            1. SOP Cabai Merah
            2. SOP Mentimun
            3. SOP Jamur Tiram
            4. SOP Kubis
            5. SOP Paprika
            6. SOP Tomat
            7. SOP Mangga
            8. SOP Cabai
            9. Prosedur tetap pengembangan kentang ramah lingkungan
            10. Budidaya Cabai Merah

            E. Teknologi Budidaya Tanaman Obat :
            1. Budidaya Tanaman Jahe
            2. Budidaya Tanaman Kumis Kucing
            3. Budidaya Tanaman Temu Lawak
            4. Budidaya Tanaman Kina
            5. Budidaya Tanaman Kunyit
            6. GAB Biofarmaka
            7. SOP Jahe
            8. SOP Kencur
            9. SOP Kencur kabupaten Kulon Progo
            10. SOP Temulawak
            11. Buku Kerja Jahe
            12. Buku Kerja Kencur
            13. Buku Kerja Temulawak 
            14.  
              F. Teknologi Budidaya Tanaman Hias :
              1. Budidaya Tanaman Anggrek
              2. Budidaya Tanaman Dahlia
              3. Budidaya Tanaman Gladiol
              4. Budidaya Tanaman Krisan
              5. Budidaya Tanaman Mawar
              6. Budidaya Tanaman Melati
              7. Budidaya Tanaman Palem 
              8.  
                G. Teknologi Pengolahan :

                1.  Acar Bawang Merah
                2.  Anggur Buah
                3.  Bubuk Kedelai
                4.  Dodol Pisang Nangka
                5.  Hilang Bau Susu Kedele
                6.  Kacang Asin
                7.  Kecap Kedelai
                8.  Kelapa Parut Kering
                9.  Keripik Kentang
                10.  Keripik Kentang Lumat
                11.  Keripik Pisang
                12.  Keripik Tempe
                13.  Keripik Ubi Jalar
                14.  Kerupuk Terung
                15.  Manisan Buah
                16.  Oyek Jagung
                17.  Pati Ganyong
                18.  Teknologi Pengawetan
                19.  Ragi Tapai
                20.  Ragi Tempe
                21.  Sale Pisang Basah
                22.  Sale Pisang Pengasapan
                23.  Sale Pisang Tradisional
                24.  Saos Pepaya
                25.  Sari Sirup Buah
                26.  Sauerkraut
                27.  Sayur Asin
                28.  Sekilas Olah Pangan
                29.  Selai Jeli Buah
                30.  Susu Kedelai
                31.  Tapai Ketan
                32.  Tapai Singkong
                33.  Tauco Kecipir
                34.  Tepung Ganyong
                35.  Tepung Singkong
                36.  Tepung Tapioka
                H. Teknologi Pemetaan Wilayah dan Luas Lahan 
                1. Aplikasi Google Earth Online untuk Pemetaan Wilayah dan Luas Lahan

                  Kamis, 05 Agustus 2010

                  Kunjungan kelompok tani kabupaten Bulukumba, Sulsel ke kelompok tani Ngudi Rahayu

                  Rabu (04 Agustus 2010) kelompok tani Ngudi Rahayu, Lengkong, Donomulyo, Nanggulan, Kulon Progo menerima kunjungan dari rombongan kelompok tani kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kedatangan para petani jauh-jauh dari Sulawesi Selatan untuk melakukan study banding atas keberhasilan kelompok tani Ngudi Rahayu Lengkong maju ke tingkat nasional dalam lomba intensifikasi padi. Para petani sangat antusias mendengarkan paparan serta diskusi dengan Kelompok Tani yang didampingi para Penyuluh Pertanian, Kepala Desa Donomulyo, serta staf  Badan Ketahanan Pangan Provinsi DIY, terutama kaitannya dengan aspek teknis budidaya tanaman padi serta kemitraan. Berbekal pengalaman tersebut, petani kabupaten Bulukumba berniat akan mengadopsi teknologi budidaya tanaman padi untuk diterapkan di wilayah mereka.

                  Kamis, 22 Juli 2010

                  Kelompok Tani Ngudi Rahayu Lengkong maju Lomba Intensifikasi Padi tingkat Nasional

                   
                  Kelompok tani Ngudi Rahayu Lengkong Donomulyo, Nanggulan, Kulon Progo maju lomba Intensifikasi Padi tingkat nasional mewakili propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Terpilihnya kelompok tani Ngudi Rahayu mewakili propinsi DIY karena kelompok tani ini memiliki keunggulan di berbagai aspek. Dari aspek teknis telah berhasil menaikkan produktivitas padi tiap tahun rata-rata 4,18 %, bahkan 2 musim terakhir kenaikan produktivitasnya menccapai 11,47 %. Selain itu juga menerapkan pola tanam Padi-Padi-Polowijo yang sampai saat ini terbukti ampuh dalam memutus siklus hama,  menggunakan sistem garet, dan menerapkan PTT dalam teknis budidayanya. Dari aspek kemitraan telah berhasil menjalin kerjasama dengan pengusaha traktor, penangkar benih, pengusaha gabah/beras, KUD, PT. Greenland dalam pembuatan pupuk organik, serta dengan PT. Petrokimia dalam pengadaan saprodi dengan sistem YARNEN (bayar setelah panen).